SAMARINDA: Turnamen Biliar Piala Gubernur Kaltim 2025, sebagai ajang asah skill atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) NTT-NTB 2028.
Ajang bergengsi ini diproyeksikan sebagai wadah pembinaan sekaligus ajang pemanasan bagi para atlet sebelum berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan PON.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal menyampaikan bahwa turnamen ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas atlet biliar daerah.
Menurutnya, billar merupakan cabang olahraga yang sangat familiar dan memiliki potensi besar untuk menyumbang medali bagi Benua Etam.
“Ini adalah ajang untuk mencoba dan mengasah kemampuan serta skill atlet. Kita tahu biliar adalah cabor yang dipertandingkan di PON. Kami berharap ke depan biliar bisa menjadi lumbung medali bagi Kaltim,” ujar Faisal kepada media.di Dark Horse Billiard, Sabtu, 20 Desember 2025.
Berbeda dengan Babak Kualifikasi (BK) Porprov yang baru saja usai dilaksanakan di Balikpapan khusus untuk atlet lokal, Piala Gubernur kali ini bersifat Open (Terbuka) untuk perorangan.
Faisal menjelaskan bahwa format open sengaja dipilih agar atlet lokal bisa berhadapan dengan pemain-pemain hebat dari berbagai daerah.
“Kalau hanya bertemu lawan dari Kaltim saja, progresnya kurang maksimal. Dengan format open, semua usia dan tingkat keahlian bisa ikut. Ini kesempatan emas bagi atlet kita untuk uji coba melawan pemain hebat dari luar daerah,” tambahnya.
Terkait dukungan pemerintah terhadap prestasi atlet, Faisal menegaskan bahwa Pemprov Kaltim terus berkomitmen melalui pemberian dana hibah. Ia menjelaskan alur pembinaan dilakukan secara bersinergi antara pemerintah dan komite olahraga.
Pemerintah Provinsi memberikan dukungan anggaran melalui KONI Kaltim. Kemudian KONI menyalurkan anggaran tersebut ke cabang olahraga untuk pembinaan prestasi.
Dispora juga mengalokasikan anggaran khusus untuk penyelenggaraan kejuaraan open guna menambah jam terbang atlet. Sebelumnya, Dispora juga telah sukses menggelar Gubernur Cup di Tenggarong pada pekan lalu.
Selain itu, ia berharap, intensitas turnamen yang tinggi dapat mengonversi raihan medali perunggu pada PON sebelumnya menjadi medali emas di ajang PON mendatang.

