SAMARINDA: Insiden tongkang batubara yang kembali membentur Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) berdampak langsung pada kondisi jalur atas dan jalur bawah jembatan.
Hasil pengecekan awal menunjukkan jalur atas masih dapat difungsikan secara terbatas, sementara jalur bawah dinilai memiliki tingkat risiko lebih tinggi akibat kerusakan pelindung dan pilar.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-Pera Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Muhran, menyampaikan dari hasil tinjauan lapangan sementara, jalur atas jembatan belum ditutup total, namun tetap diberlakukan pembatasan beban kendaraan.
“Untuk jalur atas, kendaraan di bawah 8 ton masih diperbolehkan melintas. Kendaraan berat di atas 8 ton belum kami rekomendasikan lewat, sambil menunggu hasil pengukuran lanjutan,” ujarnya, Minggu, 25 Januari 2026.
Pembatasan tersebut dilakukan sebagai langkah pengamanan, mengingat jembatan telah mengalami tiga kali insiden tabrakan tongkang dalam kurun waktu singkat.
DPUPR-Pera Kaltim saat ini masih menunggu hasil pengukuran geometri untuk memastikan tidak ada perubahan signifikan pada struktur lantai, trotoar, expansion joint, maupun parapet jembatan.
Sementara itu, kondisi jalur bawah jembatan justru menjadi perhatian utama.
Berdasarkan pemeriksaan visual, satu unit safety fender di sisi Samarinda-Loa Buah dilaporkan miring dan mengalami retak, serta terdapat goresan dan gompal pada pilar jembatan (pier 8 dan pier 9) akibat benturan tongkang.
“Yang tertabrak itu fender dan bagian pilar. Jalur bawah ini yang risikonya lebih besar karena langsung berkaitan dengan arus sungai dan potensi benturan lanjutan,” jelas Muhran.
Saat ini, tim konsultan DPUPR-Pera Kaltim masih melakukan pengukuran geometri untuk memastikan kemiringan pilar serta kesesuaian struktur secara visual.
Hasil pengukuran tersebut akan menjadi dasar penentuan apakah diperlukan uji lanjutan secara statis maupun dinamis, serta kemungkinan penyesuaian kembali terhadap pengaturan lalu lintas di jalur atas.
“Hasil pastinya masih menunggu pengukuran selesai. Tapi secara prinsip, jalur atas kami amankan dengan pembatasan, jalur bawah perlu pengawasan ketat agar tidak terjadi benturan ulang,” tegasnya.

