SAMARINDA: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui sinergi antarperangkat daerah terus mengintensifkan aksi sosial pembagian takjil gratis bagi masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Program ini diinisiasi sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang menjalankan ibadah puasa dengan target distribusi ribuan paket setiap hari.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim sekaligus koordinator lapangan, Nina Dewi, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni BPSDM, BKD, Brida, BPBD, dan Satpol PP.
Menurutnya, sinergi ini dilakukan untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, sekaligus memperkuat ikatan sosial antara pemerintah dan masyarakat.
“Satu hari 1.000 (paket) itu kan sangat luar biasa. Nah jadi, ya alhamdulillah sih antusias masyarakat, semoga ini betul-betul memang yang menerima dan memang yang berpuasa,” ujarnya usai memantau distribusi di lapangan, Jumat, 27 Februari 2026.
Menanggapi adanya warga yang membawa lebih dari satu paket takjil, Nina menjelaskan pembagian dilakukan secara fleksibel dengan mempertimbangkan kebutuhan keluarga di rumah.
Ia menyebut sistem di lapangan tidak dibatasi secara kaku, seperti satu orang satu paket, guna mengakomodasi anggota keluarga lain yang tidak sempat hadir di lokasi.
“Mereka menenteng tiga itu artinya dia pasti bukan untuk dia sendiri, dia ada suaminya, ada anak, ada istri, mungkin seperti itu. Jadi tidak ‘satu orang satu’ gitu tidak,” jelasnya.
Terkait teknis pelaksanaan, distribusi takjil kerap dimulai lebih awal dari jadwal edaran resmi, yakni pukul 15.30 WITA, guna menghindari penumpukan massa dan kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi pembagian.
Selain itu, penggunaan sistem kupon tetap menjadi acuan utama agar penyaluran berlangsung tertib dan tepat sasaran.
“Tapi kalau menunggu 15.30 pasti macet sekali ya di area sini kan, jadi akhirnya mengganggu lalu lintas pastinya kan. Nah ini kalau sudah masyarakat sudah berkumpul dan mungkin sudah bisa didistribusikan, ya kita pelan-pelan distribusikan,” tambahnya.
Program pembagian takjil ini telah berlangsung sejak 26 Februari dan dijadwalkan hingga 12 Maret 2026. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan yang mampu meringankan beban masyarakat selama Ramadan.
“Pastinya niat baik dari Bapak Gubernur untuk berbagi kepada masyarakat, semoga tersampaikan ya. Semoga ini jadi berkah untuk khususnya di bulan suci Ramadhan,” tutupnya.

