SAMARINDA: Klinik Sutarman terus mengembangkan layanan dan inovasi di bidang kesehatan serta kecantikan di Kota Samarinda.
Selain layanan medis dan estetika, manajemen klinik kini tengah menyiapkan peluncuran produk perawatan kulit lokal bernama ES Skin yang ditargetkan hadir tahun ini.
Pemilik Klinik Sutarman sekaligus Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Samarinda, Eni Sutarman, mengatakan produk tersebut telah melalui proses uji penggunaan secara langsung kepada pasien selama kurang lebih dua tahun.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan serta kualitas produk sebelum dipasarkan secara luas kepada masyarakat.
“Yang jelas kita punya produk yang sudah kita cobakan selama dua tahun dengan pasien-pasien kita dan alhamdulillah hasilnya baik. Insyaallah sangat aman dan harganya juga terjangkau,” ujarnya, saat diwawancarai, Sabtu, 28 Februari 2026.
Saat ini, pihaknya masih menunggu proses perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum resmi diluncurkan ke publik.
Ia berharap seluruh tahapan administrasi dapat segera selesai sehingga produk skincare tersebut bisa diperkenalkan kepada masyarakat Samarinda dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan satu sampai dua bulan ini sudah selesai karena semuanya sebenarnya sudah siap, tinggal menunggu dari BPOM saja. Targetnya tentu tahun ini bisa launching,” katanya.
Klinik Sutarman sendiri merupakan pengembangan dari Sutarman Dental Care, klinik dokter gigi yang pertama kali didirikan oleh almarhum drg. Sutarman pada 2004 di Samarinda.
Setelah sang suami wafat pada 2021, Eni melanjutkan sekaligus mengembangkan usaha tersebut dengan membuka Klinik Sutarman secara lebih luas pada 2022.
Di bawah manajemen baru, klinik tidak hanya menyediakan layanan kesehatan gigi, tetapi juga menghadirkan layanan kecantikan melalui ES Glow Aesthetic Beauty Center.
“Induknya tetap Klinik Sutarman. Di dalamnya ada Sutarman Dental Care dan ES Glow Aesthetic Beauty Center,” jelasnya.
Layanan estetika yang tersedia pun cukup beragam, mulai dari perawatan wajah, perawatan kulit, hingga layanan kesehatan kewanitaan yang menjadi salah satu unggulan klinik.
Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan medis, Eni mengaku telah lama terlibat dalam pengelolaan klinik sejak mendampingi sang suami menjalankan praktik.
Ia memiliki latar belakang pendidikan ekonomi akuntansi, namun pengalaman panjang menemani sang suami dalam mengelola usaha kesehatan membuatnya memahami operasional layanan medis secara menyeluruh.
Menurut Eni, pengembangan layanan kecantikan dan produk skincare menjadi bagian dari upaya menghadirkan pilihan perawatan yang aman bagi perempuan, khususnya di Samarinda.
Ia menilai perawatan diri merupakan kebutuhan penting yang perlu dilakukan secara sehat dan bertanggung jawab.
“Perempuan memang harus merawat diri. Cantik itu bukan hanya dari dalam, tapi juga bagaimana kita menjaga diri dengan perawatan yang aman,” tutupnya.

