SAMARINDA: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) mengingatkan bahwa cita-cita melahirkan generasi emas akan sulit terwujud tanpa dukungan fasilitas pendidikan yang memadai.
Pembangunan sumber daya manusia dinilai harus berjalan seiring dengan pembenahan sarana dan prasarana sekolah di seluruh daerah.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, mengatakan sektor pendidikan tidak bisa dipisahkan dari agenda strategis pembangunan daerah.
Menurutnya, kualitas generasi muda saat ini akan sangat menentukan arah dan kemajuan Kalimantan Timur di masa depan.
“Kalau kita bicara generasi emas, itu tidak bisa dilepaskan dari pendidikan. Anak-anak harus sehat, tidak stunting, dan punya akses pendidikan sampai jenjang tinggi,” ujarnya, Jumat, 27 Februari 2026.
Politisi Partai Golkar tersebut menegaskan, visi pembangunan yang menargetkan lahirnya generasi unggul tidak cukup berhenti pada slogan.
Pemerintah daerah harus menghadirkan kebijakan konkret, termasuk memastikan tersedianya fasilitas pendidikan yang layak dan merata.
Ia mengingatkan, pembangunan sarana pendidikan tidak boleh dilakukan secara seadanya karena berdampak langsung pada kualitas proses belajar mengajar.
“Jangan sampai fasilitas pendidikan itu dibuat ala kadarnya. Kalau kita ingin hasil yang baik, ya harus disiapkan dengan baik juga,” tegasnya.
Syarifatul juga mendorong agar pemerintah memastikan seluruh anak di Kaltim memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan, tidak hanya sampai jenjang sekolah menengah, tetapi hingga perguruan tinggi bahkan S2 dan S3.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, terlebih dengan posisi Kaltim sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Namun demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah sekolah yang membutuhkan perhatian serius, baik dari sisi kondisi bangunan, fasilitas pendukung, maupun kenyamanan lingkungan belajar.
“Kalau kita bicara pendidikan, ini soal manusia. Jadi harus dimanusiakan dengan baik, termasuk fasilitasnya,” katanya.
DPRD Kaltim, lanjutnya, akan terus mendorong agar kebijakan anggaran dan program pembangunan benar-benar berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan.
Ia menekankan pentingnya alokasi anggaran yang tidak hanya besar secara nominal, tetapi juga tepat sasaran dan berdampak nyata.
Menurutnya, investasi di sektor pendidikan akan memberikan dampak jangka panjang yang jauh lebih besar dibanding sektor lain jika dikelola dengan baik.
“Kalau kita serius membangun pendidikan, dampaknya bukan hanya sekarang, tapi untuk masa depan Kaltim,” ujarnya.
Ia berharap, dengan dukungan penuh terhadap sektor pendidikan, Kalimantan Timur dapat melahirkan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga unggul secara intelektual serta mampu menjadi motor pembangunan daerah di masa mendatang.
“Generasi yang kita siapkan hari ini akan menentukan wajah Kaltim ke depan. Karena itu, pendidikan harus benar-benar jadi prioritas,” pungkasnya.

