SAMARINDA: Nama Kepala Inspektorat Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, masuk dalam daftar peserta yang dipanggil mengikuti uji kompetensi teknis dalam rangka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah Kota Samarinda melalui mekanisme manajemen talenta.
Menanggapi hal tersebut, Neneng mengaku cukup terkejut, namun siap mengikuti seluruh proses seleksi yang telah ditetapkan.
Menurutnya, masuknya nama dalam daftar calon peserta seleksi Sekretaris Daerah merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja yang telah dilakukannya sebagai aparatur sipil negara (ASN).
“Kalau saya sih sudah masuk daftar saja itu sudah diapresiasi. Masuk list itu saja sudah suatu penghargaan besar bagi saya. Jadi kita ikuti saja prosesnya,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat, 6 Maret 2026.
Ia menjelaskan para peserta yang dipanggil akan menjalani sejumlah tahapan seleksi sesuai jadwal dalam undangan resmi.
Tahap awal yang akan diikuti adalah tes kesehatan.
“Yang jelas nanti hari Senin itu tes kesehatan. Namanya kita diundang ya kita hadiri dan jalani prosesnya,” katanya.
Setelah tes kesehatan, peserta dijadwalkan mengikuti tahapan berikutnya berupa presentasi dan wawancara di hadapan panelis.
Namun Neneng mengaku belum mengetahui secara detail mekanisme penilaian yang akan digunakan.
“Setahu saya nanti ada tahapan wawancara. Panelisnya mungkin Pak Sekda, ada juga dari akademisi. Tapi seperti apa detailnya saya juga belum tahu,” jelasnya.
Meski belum melakukan persiapan khusus, ia menegaskan akan menjalani proses seleksi secara natural dengan menyampaikan pengalaman kerja yang selama ini telah dijalankan.
“Belum ada persiapan khusus. Ya dijalani saja. Kalau harus menyampaikan sesuatu, ya apa yang sudah kita laksanakan selama ini saja yang disampaikan,” ujarnya.
Sebagai ASN, Neneng menegaskan dirinya harus selalu siap menjalankan tugas dan proses yang diberikan oleh pimpinan, termasuk mengikuti seleksi jabatan strategis seperti sekretaris daerah.
“Siap tidak siap harus siap. Namanya ASN kan sesuai perjanjian kerja, di mana pun dan kapan pun harus siap menjalankan perintah,” tegasnya.
Neneng juga menyadari dirinya termasuk salah satu kandidat yang relatif muda dibandingkan peserta lain.
Ia bahkan mengaku baru sekitar lima bulan menjabat sebagai Kepala Inspektorat Kota Samarinda.
“Saya mungkin paling ‘bayi’ di situ, paling muda,” ujarnya sambil tersenyum.
Dalam menjalankan tugas di Inspektorat, Neneng mengaku tengah fokus mengembangkan konsep “Inspektorat Mengayomi”, yang menekankan pendekatan pembinaan, komunikasi, serta peningkatan integritas di lingkungan pemerintah daerah.
Pendekatan tersebut dilakukan melalui komunikasi aktif dengan berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), masyarakat, hingga kalangan pelajar.
“Inspektorat itu harus mengayomi. Sekarang komunikasi dengan media sudah lebih terbuka, dengan masyarakat juga kita bangun. Kita juga ingin masuk ke sekolah-sekolah, ke kantor-kantor, supaya upaya meningkatkan integritas bisa dilakukan secara masif,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan nilai integritas dan budaya kerja yang berlandaskan prinsip BerAKHLAK menjadi hal penting yang harus terus ditanamkan di lingkungan birokrasi.
“BerAKHLAK itu harus menjadi tagline kita bersama. Itu yang terus kita dorong,” katanya.
Neneng menjelaskan dirinya dapat masuk dalam daftar calon peserta seleksi Sekda karena berada dalam Kotak 9 Manajemen Talenta, yaitu kelompok ASN dengan potensi dan kinerja tinggi dalam sistem manajemen talenta pemerintah.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota Samarinda melalui Komite Talenta memanggil sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama untuk mengikuti uji kompetensi teknis dalam rangka pengisian jabatan Sekretaris Daerah Kota Samarinda.
Selain Neneng Chamelia Shanti, sejumlah pejabat lain yang juga mengikuti seleksi antara lain Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah H. Ananta Fathurrozi, Kepala Satpol PP Anis Siswantini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Marnabas, serta Kepala BPBD Samarinda Suwarso.
Para peserta dijadwalkan menjalani tes kesehatan pada 9 Maret 2026, kemudian dilanjutkan dengan uji kompetensi teknis berupa presentasi dan wawancara pada 11 Maret 2026 di kantor BKPSDM Kota Samarinda.

