SAMARINDA: Polresta Samarinda menyiapkan sebanyak 1.202 personel gabungan untuk mengamankan perayaan Idulfitri 2026 melalui Operasi Ketupat Mahakam yang akan digelar selama hampir dua pekan.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengatakan operasi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 13-25 Maret 2026.
Sebelum pelaksanaan operasi, kepolisian akan terlebih dahulu menggelar apel gelar pasukan.
“Operasi Ketupat Mahakam 2026 akan dilaksanakan mulai tanggal 13 Maret sampai 25 Maret 2026. Sebelumnya, pada tanggal 12 Maret kita akan melaksanakan apel gelar pasukan,” ujarnya usai rapat koordinasi lintas sektor di Aula Rupatama Polresta Samarinda, Senin, 9 Maret 2026.
Ia menjelaskan total personel yang dilibatkan mencapai 1.202 orang, terdiri dari 967 anggota kepolisian serta dukungan dari berbagai instansi terkait.
“Personel Polri berjumlah 967 orang, terdiri dari 867 anggota Polresta Samarinda dan 100 personel dari Brimob Polda Kalimantan Timur, kemudian ditambah dari instansi terkait sehingga totalnya 1.202 personel,” jelasnya.
Adapun instansi yang turut dilibatkan antara lain Tentara Nasional Indonesia, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pertamina, Palang Merah Indonesia (PMI), Pokdarkamtibmas, serta Senkom.
Dalam mendukung pengamanan, Polresta Samarinda akan mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan di berbagai titik strategis di Samarinda.
Salah satu pos utama yang disiapkan adalah pos pelayanan terpadu yang akan beroperasi selama 24 jam di kawasan Taman Samarendah yang menghadap Jalan Awang Long.
“Pos pelayanan terpadu ini akan dijaga oleh personel gabungan dari Polri, TNI, PMI, Satpol PP, Dishub, dan pihak terkait lainnya,” katanya.
Selain itu, tiga pos pelayanan juga disiapkan di sejumlah titik transportasi penting, yakni Pelabuhan Nusantara Samarinda, Bandara APT Pranoto, serta Terminal Sungai Kunjang.
Pos di Pelabuhan Nusantara difungsikan untuk mengawasi arus penumpang kapal yang datang dari berbagai daerah seperti Makassar dan Palopo.
Sementara pos di Bandara APT Pranoto bertugas mengamankan aktivitas penumpang yang menggunakan transportasi udara.
Kemudian, pos di Terminal Sungai Kunjang akan mengawasi pergerakan kapal tujuan wilayah barat seperti Melak dan Mahakam Ulu.
Tak hanya itu, polisi juga menyiapkan pos pengamanan di sejumlah pusat perbelanjaan yang diprediksi menjadi lokasi keramaian masyarakat menjelang hingga setelah Lebaran, di antaranya Big Mall Samarinda, Samarinda Central Plaza, Samarinda Square, dan Mall Lembuswana.
Tambahan pos pengamanan juga disiapkan di dua terminal bus utama yang melayani perjalanan antar kota.
“Terminal Sungai Kunjang untuk tujuan Balikpapan dan sekitarnya, kemudian terminal bus di seberangnya untuk tujuan Banjarmasin juga akan kita siapkan pos pengamanan,” terangnya.
Sebelum Operasi Ketupat Mahakam digelar, Hendri mengatakan bahwa Polresta Samarinda juga telah melaksanakan operasi penyakit masyarakat (pekat) guna menekan potensi tindak kriminal menjelang hari raya.
Setelah operasi tersebut berakhir, kepolisian akan melanjutkan pengamanan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) selama sekitar satu pekan setelah Idulfitri.
“Fokusnya antara lain pengawasan rumah-rumah yang ditinggal mudik serta pencegahan kriminalitas di lokasi rawan,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar pelaksanaan takbir keliling dilakukan secara tertib dan tidak menimbulkan kemacetan maupun gangguan ketertiban.
“Takbir keliling diimbau dilakukan secara terbatas di lingkungan masing-masing atau di sekitar rumah ibadah, tanpa pawai besar yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” jelasnya.
Hendri menegaskan Polresta Samarinda bersama seluruh instansi terkait siap memastikan perayaan Idulfitri di Kota Samarinda berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

