SAMARINDA: Berakhirnya masa kerja sama pengelolaan Mal Lembuswana pada Juli 2026 membuka peluang bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mengoptimalkan aset daerah tersebut agar memberi kontribusi lebih besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan pemerintah akan menyusun konsep kerja sama baru yang lebih menguntungkan bagi daerah, termasuk membuka peluang kompetisi bagi pihak pengelola.
“Ya nanti kita atur bagaimana konsep kerja samanya sehingga Perusda bisa menghasilkan PAD dari Mal Lembuswana untuk Kalimantan Timur. Itu yang penting,” ujarnya saat diwawancarai, Sabtu, 21 Maret 2026.
Seno menyebut salah satu opsi yang akan ditempuh adalah melalui mekanisme beauty contest untuk mencari mitra terbaik dalam pengelolaan mal tersebut.
“Pastilah, nanti kita lakukan beauty contest. Mana yang terbaik dan mana yang bisa menghasilkan PAD terbesar untuk Kalimantan Timur, itu yang akan kita pilih,” tegasnya.
Namun demikian, ia mengakui hingga kini konsep final pengelolaan belum ditentukan dan masih dalam tahap pembahasan internal.
“Sekarang belum ditentukan, masih dalam proses. Nanti setelah ada rapat tim kecil, baru kita umumkan,” tambahnya.
Mal Lembuswana yang berlokasi di Samarinda Ulu berdiri di atas lahan milik Pemprov Kaltim seluas sekitar 6,9 hektare.
Selama puluhan tahun, pengelolaannya dilakukan oleh PT Cipta Sumena Indah Satresna.
Kerja sama tersebut menggunakan skema Built Operate Transfer (BOT) atau bangun guna serah, di mana pihak swasta membangun dan mengelola aset dalam jangka waktu tertentu sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada pemerintah.
Berdasarkan adendum terakhir pada 2006, masa kerja sama tersebut akan berakhir pada 26 Juli 2026.
Setelah kontrak berakhir, seluruh aset yang berdiri di atas lahan tersebut akan menjadi milik resmi Pemprov Kaltim, termasuk sekitar 150 unit bangunan yang terdiri dari pusat perbelanjaan utama dan deretan rumah toko.
Dengan kembalinya aset tersebut, pemerintah memiliki peluang untuk menata ulang pengelolaannya agar lebih produktif dan memberikan nilai ekonomi lebih tinggi bagi daerah.
Pemprov Kaltim menegaskan langkah ke depan akan difokuskan pada optimalisasi aset daerah, termasuk memastikan pengelolaan Mal Lembuswana mampu meningkatkan kontribusi terhadap PAD.

