SAMARINDA: Harga tiket bus antar kota dari Terminal Lempake, Samarinda, menuju Bontang dan Sangatta dipastikan tetap normal selama masa libur Lebaran.
Meski jumlah penumpang mulai meningkat, tidak ada kenaikan tarif yang diberlakukan kepada masyarakat.
Petugas administrasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Timur di Terminal Lempake, Evi Sinaga, mengatakan tarif angkutan bus telah diatur melalui peraturan daerah (Perda), sehingga operator tidak dapat menaikkan harga tiket secara sepihak, termasuk saat momen Lebaran.
“Harga bus tidak ada kenaikan, tetap normal karena semua sudah diatur dalam Perda. Jadi kami tidak bisa menaikkan tarif sendiri,” ujarnya saat ditemui di Terminal Lempake, Selasa, 24 Maret 2026.
Ia merinci, untuk rute Samarinda-Bontang, tarif bus berpendingin udara (AC) dipatok sebesar Rp50 ribu, sedangkan bus non-AC Rp40 ribu.
Sementara untuk rute Samarinda-Sangatta, tarif bus AC sebesar Rp70 ribu dan non-AC Rp55 ribu.
Namun demikian, armada bus non-AC yang melayani rute tersebut jumlahnya terbatas. Untuk masing-masing tujuan, hanya tersedia sekitar dua unit bus non-AC yang beroperasi.
Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 20 unit bus yang melayani perjalanan dari Terminal Lempake menuju Bontang dan Sangatta.
Armada tersebut tidak seluruhnya berada di area terminal karena sistem operasional yang terbagi di beberapa titik antara Samarinda, Bontang, dan Sangatta.
“Totalnya ada 20 lebih bus yang beroperasi. Tapi memang tidak semuanya standby di terminal karena armada terbagi di beberapa lokasi,” jelasnya.
Sementara itu, pergerakan penumpang di terminal mulai menunjukkan peningkatan sejak hari ketiga Lebaran. Pada hari pertama Idulfitri, aktivitas terminal terpantau sepi tanpa keberangkatan bus, sedangkan pada hari kedua mulai ada pergerakan meski jumlahnya masih terbatas.
“Lonjakan mulai terasa di hari ketiga. Hari pertama kosong, hari kedua sudah ada tapi belum banyak, sekarang sudah mulai ramai,” ungkapnya.
Berdasarkan data sementara hingga siang hari, tercatat sekitar lima bus tujuan Bontang dan lima bus tujuan Sangatta telah berangkat dari terminal. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pasca-Lebaran.
Meski terjadi peningkatan jumlah penumpang, pihak terminal memastikan tidak ada penambahan maupun pengurangan armada secara khusus selama periode Lebaran.
Namun jika diperlukan, terminal dapat berkoordinasi dengan perusahaan otobus lain untuk membantu mengangkut penumpang.
“Kalau memang kurang, biasanya kita kerja sama dengan PO lain seperti DAMRI. Tapi sejauh ini masih tercukupi,” katanya.
Ia juga memastikan hingga saat ini tidak terjadi penumpukan penumpang di terminal. Seluruh calon penumpang masih dapat terangkut sesuai dengan jadwal keberangkatan yang tersedia.

