SAMARINDA: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan arah transformasi ekonomi menuju sektor berkelanjutan mulai menunjukkan hasil dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini ditandai dengan menurunnya kontribusi sektor pertambangan dan meningkatnya sektor non-ekstraktif.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menyebut pergeseran struktur ekonomi tersebut terjadi secara bertahap dalam kurun waktu sekitar enam tahun terakhir.
Menurutnya, kontribusi sektor pertambangan mengalami penurunan signifikan, dari sekitar 45 persen menjadi 34 persen terhadap struktur ekonomi daerah.
“Memang sektor tambang menurun, tapi di sisi lain terjadi penguatan di industri pengolahan, konstruksi, sektor makan minum, dan jasa lainnya,” ujarnya usai Konsultasi Publik RKPD 2027 di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa, 31 Maret 2026.
Ia menjelaskan, meskipun terjadi penurunan peran sektor tambang, pertumbuhan sejumlah sektor alternatif yang dinilai lebih berkelanjutan, seperti industri pengolahan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terus meningkat.
Sri Wahyuni menilai kondisi tersebut menjadi indikator bahwa transformasi ekonomi di Kalimantan Timur mulai berjalan, seiring dengan dorongan kebijakan hilirisasi yang terus diperkuat pemerintah daerah.
“Pengurangan dari sektor tambang itu larinya ke industri pengolahan yang tumbuh, sektor makan minum, UMKM, dan konstruksi,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi ekonomi tidak hanya bergantung pada potensi sumber daya alam, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, penguatan SDM menjadi kunci agar potensi yang dimiliki daerah dapat dikelola secara optimal dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Kita punya potensi, tetapi kalau SDM tidak diperkuat, kita tidak bisa mengelola potensi itu dengan baik,” jelasnya.
Dengan demikian, pemerintah provinsi terus mendorong program-program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kapasitas SDM sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan di Kalimantan Timur.

