SAMARINDA: Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat realisasi program dan penyerapan anggaran memasuki triwulan kedua tahun 2026.
Arahan tersebut disampaikan Rudy usai memimpin briefing bersama OPD di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin, 6 April 2026.
“Intinya bagaimana program-program, terutama penyerapan dan realisasi anggaran, bisa disesuaikan. Kita sudah masuk triwulan kedua di bulan April ini,” ujarnya.
Dalam arahannya, Rudy menekankan tiga poin utama yang harus menjadi perhatian seluruh OPD.
Pertama, percepatan realisasi program yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Ia mengingatkan agar tidak terjadi penumpukan anggaran di akhir tahun, serta memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai prinsip tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.
“Hindari penumpukan di akhir tahun dan pastikan setiap kegiatan berjalan sesuai target,” tegasnya.
Menurut Rudy, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Oleh karena itu, kegiatan yang tidak memerlukan pergeseran anggaran diminta segera direalisasikan.
Selain percepatan program, ia juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.
Hal ini dilakukan melalui optimalisasi anggaran berbasis kinerja, peningkatan disiplin pelaporan, serta penerapan Sistem Absensi Online (SAO) bagi pegawai.
Tak hanya itu, seluruh proses pengadaan barang dan jasa juga diminta tetap mengacu pada ketentuan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Arahan ketiga, Rudy meminta seluruh OPD meningkatkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor, sekaligus menghilangkan ego sektoral dalam pelaksanaan program pembangunan.
“Keberhasilan pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi lintas OPD dan lintas sektor,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga menyampaikan bahwa sejumlah program prioritas pemerintah provinsi, termasuk program Gratispol, telah berjalan sesuai rencana.
“Alhamdulillah program-program, termasuk Gratispol, sudah berjalan dengan baik. Tinggal penyesuaian untuk tahap berikutnya di tahun anggaran 2026,” katanya.
Ia pun berharap seluruh pihak, termasuk media, dapat turut mengawal pelaksanaan program pembangunan agar berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur.

