BONTANG: Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berencana membuka peluang bagi pihak swasta untuk mengelola kawasan wisata Pulau Beras Basah.
Langkah ini diambil sebagai upaya membenahi tata kelola destinasi unggulan yang dinilai masih belum optimal.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan rencana tersebut akan diawali melalui mekanisme kontes terbuka.
Pihak swasta yang berminat diminta mengajukan konsep serta desain pengelolaan kawasan sebagai bahan penilaian sebelum ditetapkan sebagai pengelola.
“Ikut kontes dulu. Mereka harus menawarkan konsep. Sayang kalau dibiarkan begitu saja, padahal Beras Basah paling banyak dikunjungi saat musim liburan,” ujarnya, Kamis, 9 April 2026.
Menurut Neni, skema ini dipilih agar pengembangan pariwisata tidak sepenuhnya bergantung pada APBD, terlebih di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami tekanan.
Ia menilai potensi wisata Pulau Beras Basah sangat besar, namun belum diimbangi dengan penataan kawasan yang memadai.
Salah satu persoalan utama yang disoroti adalah penataan kawasan yang dinilai belum rapi.
Keberadaan tenda-tenda di area wisata, misalnya, dianggap mengurangi nilai estetika destinasi.
Selain itu, masalah kebersihan juga menjadi perhatian serius.
Saat libur Idulfitri 1447 Hijriah, keluhan wisatawan terkait sampah dan kondisi laut yang kotor sempat mencuat.
Padahal, minat kunjungan ke Pulau Beras Basah tergolong tinggi.
Dalam lima hari libur Lebaran, jumlah pengunjung tercatat hampir mencapai 5.000 orang, bahkan bisa menembus sekitar 1.000 orang per hari.
Meski membuka peluang investasi, Pemkot menegaskan bahwa keterlibatan pihak swasta harus tetap memperhatikan keberadaan masyarakat lokal.
Neni meminta agar pengelola nantinya tetap memberdayakan warga yang selama ini menggantungkan penghasilan di kawasan wisata tersebut, sekaligus memberikan pembinaan agar aktivitas ekonomi berjalan selaras dengan upaya penataan.
“Kita ingin mereka yang mencari nafkah di sana tetap diberdayakan dan dibina,” tegasnya.
Lebih jauh, pengembangan Pulau Beras Basah juga menjadi bagian dari strategi transformasi wajah Bontang.
Selama ini dikenal sebagai kota industri, pemerintah ingin memperkuat sektor pariwisata sebagai penopang ekonomi baru.
“Kami ingin Bontang bertransformasi menjadi kota yang tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota pariwisata,” pungkas Neni.
Melalui pembenahan tata kelola dan keterlibatan swasta, Pemkot berharap Pulau Beras Basah dapat berkembang menjadi destinasi yang lebih tertata, bersih, dan berdaya saing tinggi di Kalimantan Timur.

