SAMARINDA: Harga berbagai jenis plastik di Samarinda mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan ini bahkan mencapai hingga 70 persen dan mulai berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.
Pemilik Toko Lancar Abadi Plastik di Jalan AM Sangaji, Harvey Gufron, mengatakan kenaikan harga terjadi sejak sepekan setelah Ramadan dan merata di hampir semua jenis plastik.
“Paling tinggi kenaikannya sampai 70 persen, yang paling rendah sekitar 30 persen,” ujarnya, Jumat, 10 April 2026.
Menurut Harvey, kenaikan paling signifikan terjadi pada plastik bening yang umum digunakan untuk kebutuhan makanan, seperti plastik gula.
Sebelumnya, harga plastik tersebut berada di kisaran Rp800 ribu hingga Rp900 ribu per karung.
Kini melonjak menjadi Rp1,4 juta hingga Rp1,5 juta.
Kenaikan juga terjadi pada harga eceran.
Plastik gula ukuran seperempat yang sebelumnya dijual sekitar Rp6.000 kini naik menjadi Rp10.000.
Tak hanya plastik bening, plastik berwarna juga mengalami kenaikan harga di kisaran 40 hingga 50 persen.
Produk lain seperti cup minuman juga ikut terdampak, dari Rp9.000 menjadi Rp13.000 per kemasan.
Sementara plastik merah naik dari Rp90.000 menjadi Rp140.000 per pack.
“Hampir semua jenis plastik naik,” katanya.
Harvey menduga lonjakan harga dipicu gangguan pasokan bahan baku nafta dari Timur Tengah akibat konflik geopolitik yang menghambat distribusi energi global.
Sebagian besar pasokan plastik di tokonya sendiri berasal dari Pulau Jawa, sehingga kenaikan harga di tingkat hulu langsung berdampak ke daerah.
Dampak kenaikan ini mulai dirasakan dari sisi penjualan.
Harvey memperkirakan daya beli masyarakat turun antara 30 hingga 50 persen.
“Daya beli berkurang, mungkin sekitar 30 sampai 50 persen,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyebut masyarakat belum memiliki banyak alternatif selain tetap menggunakan plastik karena kebutuhan sehari-hari yang sulit tergantikan.
“Enggak ada pengalihan, tetap pakai plastik juga karena kebutuhan,” tambahnya.
Harvey yang telah menjalankan usahanya sejak 2004 berharap kondisi pasokan segera membaik agar harga kembali stabil dan daya beli masyarakat bisa pulih.

