SAMARINDA: Pemerintah Kota Samarinda menargetkan kelengkapan alat pelindung diri (APD) bagi petugas insinerator terpenuhi secara menyeluruh pada Mei 2026.
Saat ini, operasional masih dalam tahap penyesuaian sehingga belum semua petugas menggunakan perlengkapan sesuai standar.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Muhammad Taufiq Fajar, menjelaskan bahwa standar APD khususnya diperuntukkan bagi petugas yang bekerja paling dekat dengan tungku pembakaran.
“Petugas yang memasukkan sampah ke dalam tungku wajib menggunakan helm safety, kaca pelindung wajah, serta masker respirator, minimal jenis N95,” ujarnya diwawancarai di TPS Jalan Wanyin Sempaja Utara, Jumat, 10 April 2026.
Menurutnya, penggunaan masker respirator penting untuk melindungi petugas dari paparan asap dan partikel berbahaya selama proses pembakaran.
Selain itu, perlengkapan lain seperti sepatu safety dan sarung tangan juga menjadi bagian dari standar keselamatan kerja.
Ia mengakui, saat ini APD yang tersedia belum sepenuhnya lengkap.
Namun, pemerintah telah merencanakan pengadaan secara bertahap, termasuk penyesuaian ukuran bagi masing-masing petugas.
“Target kami di bulan Mei, seluruh insinerator yang beroperasi sudah dilengkapi APD lengkap, mulai dari seragam, sepatu, sarung tangan, masker respirator, hingga pelindung wajah dan helm,” jelasnya.
Sebagai bentuk perlindungan tambahan, pemerintah juga menanggung jaminan sosial bagi para pekerja melalui program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara itu Pengawas insinerator Mustofa menyebutkan penggunaan APD saat ini masih disesuaikan dengan jenis pekerjaan di lapangan.
Petugas yang berada di area tungku diwajibkan menggunakan perlindungan lebih lengkap dibandingkan pekerja pemilah sampah.
“Yang pakai helm itu khusus petugas yang dekat tungku. Kalau pemilah, sementara hanya pakai masker karena masih tahap penyesuaian,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi ini juga dipengaruhi oleh status operasional insinerator yang masih dalam tahap uji coba dan pelatihan.
Hal senada disampaikan Kepala Tim Insinerator TPS Jalan Wanyi, Utha, yang mengatakan kelengkapan APD belum merata di seluruh titik.
“Sebagian lokasi sudah lengkap, sebagian belum. Karena masih digabung dalam sistem pelatihan, jadi fasilitasnya menyesuaikan,” ujarnya.
Selain penggunaan APD, prosedur pasca-kerja seperti mandi juga mulai diterapkan, meski belum berjalan konsisten di semua lokasi.
“Sudah ada yang menerapkan, terutama petugas pemilah. Tapi karena masih tahap pelatihan, belum semua disiplin,” tambahnya.

