SAMARINDA: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus mempercepat pemerataan layanan kesehatan dengan menambah tenaga dokter spesialis di berbagai kabupaten/kota.
Hingga akhir 2026, sebanyak 21 dokter spesialis ditargetkan akan ditempatkan di sejumlah daerah yang masih mengalami kekurangan tenaga medis.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan program tersebut merupakan tahun kedua pelaksanaan sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan di daerah.
“Alhamdulillah ini tahun kedua. Sampai nanti Desember sudah mendaftar ada sekitar 21 dokter yang kita kirim ke beberapa kabupaten kota,” ujarnya, Senin, 20 April 2026.
Ia menjelaskan, kebutuhan dokter spesialis berasal dari berbagai daerah yang masih kekurangan tenaga medis.
Pemerintah provinsi kemudian memfasilitasi penempatan melalui skema kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota.
Sejumlah daerah yang telah mengajukan kebutuhan di antaranya Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Mahakam Ulu, dan Kabupaten Kutai Barat.
“Seperti hari ini dari Berau minta tujuh, tapi kita kirim dulu enam. Kemudian dari Kutai Timur ada tujuh, dari Mahulu ada dua, dari Kutai Barat ada dua, dan nanti dari Paser juga ada,” jelasnya.
Menurut Jaya, penempatan tenaga medis tersebut dilakukan melalui skema pembiayaan bersama, khususnya dalam pemberian insentif bagi dokter spesialis yang bertugas di daerah.
“Kita kerja sama pembiayaan terkait dengan insentif dan kewajibannya untuk memenuhi kebutuhan bersama dengan kabupaten dan kota. Ini bagian dari komitmen Provinsi Kalimantan Timur agar pemerataan kesehatan bisa tercapai,” katanya.
Adapun jenis spesialisasi yang paling banyak dibutuhkan di daerah meliputi dokter spesialis penyakit dalam, bedah, obstetri dan ginekologi (obgyn), serta dokter spesialis anak.
“Yang paling banyak dibutuhkan itu penyakit dalam, kemudian bedah, obgyn, dan anak,” ujarnya.
Meski demikian, Jaya mengakui jumlah tenaga dokter spesialis yang tersedia saat ini masih belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan layanan kesehatan di seluruh wilayah.
“Kalau memenuhi ya pasti belum. Tapi setidaknya kita penuhi dulu yang wajib-wajibnya atau yang mandatori,” jelasnya.
Ke depan, jumlah dokter spesialis yang ditempatkan diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan pemetaan kebutuhan tenaga medis di rumah sakit daerah.
“Ini akan bertambah lagi. Kita masih menghitung kebutuhannya, karena minimal satu rumah sakit itu kan membutuhkan sekitar lima dokter spesialis,” pungkasnya.

