SAMARINDA: Pengamanan di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) diperketat menjelang puncak Aksi 214 Samarinda, Selasa, 21 April 2026.
Aparat memasang kawat berduri di sejumlah titik strategis sebagai langkah antisipasi.
Berdasarkan pantauan di lapangan sekitar pukul 11.00 WITA, gulungan kawat berduri terlihat membentang di sepanjang pagar kantor gubernur, mulai dari Jalan Gunung Semeru, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Gunung Kinabalu.
Selain itu, kawat besi juga dipasang di bagian atas pagar sebagai lapisan pengamanan tambahan.
Ratusan aparat gabungan dari TNI, Polri, dan unsur terkait tampak berjaga di berbagai titik.
Sejumlah kendaraan taktis dan armada pengamanan juga telah disiagakan di halaman kantor gubernur.
Pengamanan tidak hanya difokuskan di area utama, tetapi juga diperluas hingga bagian belakang rumah jabatan gubernur.
Aktivitas di sekitar lokasi pun mulai meningkat, ditandai dengan kehadiran pedagang di sepanjang Jalan Gajah Mada.
Sejumlah akses menuju kawasan tertentu mulai dibatasi.
Awak media yang mencoba memasuki area belakang melalui Jalan Gunung Kinabalu sempat dihentikan petugas.
“Mohon maaf, sesuai perintah atasan area ini disterilkan dulu, jadi tidak bisa masuk,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Sementara itu, area parkir Masjid Nurul Mu’minin di lingkungan Pemprov Kaltim terpantau telah dipenuhi kendaraan sejak siang hari.
Pengetatan pengamanan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap aksi unjuk rasa yang dipusatkan di dua lokasi utama, yakni Gedung DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim.
Sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa dijadwalkan terlibat dalam aksi tersebut dengan membawa berbagai tuntutan, mulai dari evaluasi kebijakan pemerintah daerah hingga desakan penguatan fungsi pengawasan oleh DPRD.
Hingga saat ini, situasi di sekitar Kantor Gubernur Kaltim masih terpantau kondusif dengan pengamanan yang terus diperketat oleh aparat gabungan.

