SAMARINDA: Kepala Sekolah SDN 007 Samarinda Ulu, Sri Mulyati, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama empat bulan.
Evaluasi ini dilakukan sebagai respons atas berbagai dinamika di lapangan, termasuk isu makanan kurang bergizi hingga temuan makanan berjamur yang sempat mencuat dalam beberapa bulan terakhir.
“Saya membagikan Google Form dengan sasaran orang tua, murid, dan guru. Saya ingin evaluasi ini berbasis data, bukan sekadar opini. Dari data tersebut nanti saya analisis untuk melihat korelasi program MBG dengan motivasi serta hasil prestasi siswa,” ujarnya kepada awak media, Kamis, 23 April 2026.
Menurut Sri, evaluasi sengaja dilakukan setelah program berjalan minimal tiga bulan agar data yang dihimpun cukup representatif untuk mengukur dampak jangka panjang terhadap siswa.
Hasil evaluasi nantinya akan menjadi bahan umpan balik bagi pihak terkait.
Dalam pelaksanaannya, Sri mengakui terdapat sejumlah kendala teknis.
Salah satunya adalah distribusi makanan, mulai dari pengambilan hingga pengembalian wadah makan, yang dinilai cukup menyita waktu mengajar para guru.
Selain itu, pihak sekolah juga menghadapi tantangan dari persepsi orang tua terkait kualitas dan kandungan gizi makanan yang diberikan kepada siswa.
“Kami terus berkomunikasi dengan pihak pengelola untuk memberikan masukan agar menu makanan lebih bervariasi dengan anggaran yang ada agar siswa tidak bosan. Misalnya tidak hanya telur saja, tapi ada kreativitas dalam pengelolaannya,” tambahnya.
Meski demikian, Sri menilai program MBG tetap memberikan manfaat besar, khususnya bagi siswa dari keluarga menengah ke bawah yang sebelumnya kerap datang ke sekolah tanpa sarapan memadai.
Ia juga menyoroti adanya inovasi dari para guru untuk mengurangi pemborosan makanan atau food waste.
Sejumlah sisa makanan yang tidak habis dikonsumsi siswa diolah kembali menjadi produk lain yang lebih menarik.
Misalnya, nasi sisa diolah menjadi kerupuk, sementara lauk yang tersisa dibumbui ulang agar lebih menggugah selera.
“Apapun itu, kami pihak sekolah tetap memberikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah atas program ini. Pasti banyak manfaatnya untuk anak-anak kami. Sebagai kepala sekolah, saya selalu memotivasi semua pihak untuk tetap bersyukur atas program yang berjalan ini,” pungkasnya.

