SAMARINDA: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan kesiapan penuh layanan kesehatan untuk penyelenggaraan ibadah haji 2026 melalui persiapan tenaga medis dan pendukung yang telah dilakukan sejak awal tahun.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan seluruh petugas telah menjalani pelatihan teknis dan terintegrasi guna memastikan pelayanan optimal bagi jemaah haji asal Kaltim.
“Petugas kesehatan untuk haji sudah kita persiapkan sejak awal, dan pelatihannya juga sudah dilaksanakan. Baik tenaga medis maupun tenaga pendukung, semuanya siap,” ujarnya saat diwawancarai media di Kantor Gubernur Kaltim, Senin, 27 April 2026.
Menurut Jaya, pelayanan kesehatan haji tidak hanya berfokus pada kondisi fisik jemaah, tetapi juga mencakup aspek lingkungan dan kesiapan menyeluruh agar para jemaah mampu menjalankan ibadah dalam kondisi istithaah atau kemampuan yang memadai.
Pada musim haji 2026, sebanyak 68 petugas kesehatan yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan disiagakan untuk melayani 5.859 jemaah.
Mereka bertugas mendampingi jemaah sejak berada di asrama haji, selama perjalanan, hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
Pelayanan ini juga difokuskan pada kelompok rentan seperti jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Selain itu, Dinkes Kaltim menyiapkan tambahan 18 tenaga kesehatan yang tergabung dalam Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) untuk memperkuat layanan di lapangan.
Jaya menjelaskan, proses seleksi petugas kesehatan dilakukan secara nasional melalui mekanisme ketat yang mencakup administrasi, computer assisted test (CAT), serta wawancara.
“Seleksi dilakukan secara nasional oleh kementerian. Kami hanya membantu pada tahap verifikasi dan wawancara untuk memastikan komitmen peserta,” jelasnya.
Dari sekitar 90 pendaftar, hanya 18 orang yang berhasil lolos untuk memenuhi kuota TKHI tahun ini.
Petugas yang terpilih wajib memenuhi sejumlah persyaratan, seperti kondisi kesehatan prima, indeks massa tubuh ideal, serta bebas dari penyakit yang dapat menghambat tugas pelayanan.
Selain itu, kebijakan terbaru juga membatasi petugas yang telah berulang kali bertugas agar kesempatan dapat diberikan kepada tenaga kesehatan lainnya.
Untuk masa penugasan, petugas kloter akan mendampingi jemaah sejak keberangkatan dari embarkasi hingga kepulangan ke Indonesia.
Setelah tiba di tanah air, kondisi kesehatan jemaah tetap dipantau oleh dinas kesehatan daerah selama 14 hari hingga satu bulan.
Sementara itu, kloter pertama jemaah haji asal Kaltim telah diberangkatkan pada Minggu, 26 April 2026 melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
Sebanyak 359 jemaah diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Embarkasi Haji Balikpapan.
Dengan kesiapan tenaga kesehatan yang matang, Pemprov Kaltim berharap seluruh jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji secara aman, sehat, dan lancar.

