SAMARINDA: Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, menyatakan masih melakukan koordinasi untuk memastikan kebenaran anggaran rehabilitasi interior Balai Kota yang disebut mencapai Rp17 miliar, menyusul sorotan publik di media sosial.
Neneng mengaku belum dapat memastikan angka tersebut karena masih menunggu data rinci dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Kalau angka Rp17 miliar itu saya belum konfirmasi detail dengan OPD terkait. Saya masih mau koordinasi dulu, ini yang mana dan untuk apa saja,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Selasa 28 April 2026.
Menurutnya, klarifikasi menyeluruh diperlukan agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat.
“Kalau salah informasi nanti bisa jadi polemik lagi. Jadi saya minta data detailnya dulu dari OPD, baru nanti disampaikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini dirinya belum melihat secara langsung rincian pekerjaan rehabilitasi tersebut, termasuk alasan anggaran yang disebut cukup besar.
“Saya pribadi belum lihat detail pekerjaannya apa, kemudian kenapa sampai angka segitu. Nanti saya koordinasikan dulu,” katanya.
Diketahui, proyek rehabilitasi interior Balai Kota Samarinda tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan APBD Tahun 2025.
Namun, mencuatnya angka anggaran di ruang publik memicu kritik, terutama terkait prioritas penggunaan anggaran di tengah kebijakan efisiensi.
Pemkot Samarinda memastikan akan menyampaikan informasi lanjutan setelah proses verifikasi data selesai dilakukan, guna memberikan kejelasan kepada masyarakat.

