SAMARINDA: Setelah menerima daging kurban, banyak orang biasanya langsung menuju dapur untuk mencuci daging sebelum dimasukkan ke kulkas. Kebiasaan ini sudah lama dianggap sebagai langkah paling aman agar daging terlihat lebih bersih dan higienis. Padahal, tidak semua daging kurban sebaiknya langsung dicuci.
Beberapa ahli justru menyarankan daging yang akan disimpan di freezer lebih baik tetap dalam kondisi kering. Sebab, daging yang terlalu lembap berisiko lebih cepat mengalami penurunan kualitas dan memicu pertumbuhan bakteri jika penyimpanannya kurang tepat.
Karena itu, cara menyimpan daging kurban ternyata tidak boleh sembarangan.
Tidak Semua Daging Harus Langsung Dicuci
Pada dasarnya, daging kurban tetap boleh dicuci, terutama jika akan langsung dimasak pada hari yang sama. Proses pencucian membantu membersihkan sisa darah, debu, atau kotoran yang mungkin menempel saat distribusi daging.
Namun jika daging ingin disimpan di freezer untuk stok beberapa hari atau bahkan berbulan-bulan, para ahli menyarankan agar daging tidak dicuci terlebih dahulu.
Ahli gizi Universitas Airlangga Lailatul Muniroh menjelaskan daging yang akan disimpan lebih baik dimasukkan ke freezer dalam kondisi kering.
“Jika daging akan digunakan, tinggal ambil sesuai kebutuhan lalu dicuci sebelum diolah,” ujarnya dikutip dari laman Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, waktu pencucian daging sangat penting karena berpengaruh pada kualitas dan daya tahan daging selama penyimpanan.
Daging Basah Lebih Mudah Jadi Sarang Bakteri
Banyak orang mengira mencuci daging sebelum disimpan akan membuatnya lebih higienis.
Padahal, kondisi lembap justru bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan mikroorganisme lain.
Karena itu, daging kurban lebih dianjurkan dipotong sesuai kebutuhan terlebih dahulu, lalu disimpan dalam plastik atau wadah kedap udara sebelum dimasukkan ke freezer.
Cara ini tidak hanya membantu menjaga kualitas daging, tetapi juga membuat penyimpanan lebih praktis karena daging tinggal diambil sesuai porsi saat akan dimasak.
Cipratan Air Bisa Sebarkan Bakteri
Selain membuat daging lembap, mencuci daging ternyata juga berisiko menyebabkan kontaminasi silang di dapur.
Dokter ahli gizi Tan Shot Yen pernah menjelaskan bahwa saat daging dicuci, cairan dan darah dari daging bisa terciprat ke berbagai permukaan di dapur.
Menurut penjelasannya yang mengacu pada panduan CDC Amerika Serikat, cipratan tersebut dapat mengenai wastafel, meja dapur, alat masak, hingga bahan makanan lain.
Akibatnya, bakteri dari daging mentah berpotensi menyebar tanpa disadari.
Karena itu, jika ada bagian daging yang tampak kotor, cukup bersihkan menggunakan tisu atau lap bersih tanpa harus mencucinya terlebih dahulu sebelum disimpan.
Berapa Lama Daging Kurban Bisa Bertahan?
Penyimpanan yang benar sangat menentukan daya tahan daging kurban. Menurut Lailatul Muniroh, daging yang disimpan di freezer dengan suhu di bawah minus 18 derajat Celsius dapat bertahan hingga enam sampai 12 bulan.
Sementara jika hanya disimpan di chiller kulkas biasa, daya tahannya hanya sekitar satu sampai dua hari.
“Kalau mau lebih lama awet bisa disimpan di freezer,” katanya.
Untuk hasil yang lebih baik, daging sebaiknya dipotong sesuai porsi, lalu disimpan dalam wadah tertutup atau plastik kedap udara. Tidak dicuci sebelum dibekukan dan pisahkan antara daging mentah dan jeroan.
Cara tersebut membantu menjaga tekstur, rasa, dan kualitas daging tetap baik saat nantinya dimasak.
Freezer Jadi Solusi Saat Daging Menumpuk
Saat Iduladha, jumlah daging kurban yang diterima biasanya cukup banyak dan tidak habis dalam satu hari. Karena itu, freezer menjadi solusi terbaik agar daging tetap aman disimpan dalam waktu lama.
Jika daging akan diolah dalam waktu dekat, penyimpanan di chiller masih aman dilakukan. Namun untuk stok jangka panjang, freezer jauh lebih direkomendasikan.
Sementara untuk daging yang sudah matang atau sudah diolah menjadi masakan, daya simpannya di freezer umumnya bisa mencapai dua hingga tiga bulan.
Dengan penanganan yang tepat, daging kurban tidak hanya lebih tahan lama, tetapi juga tetap aman, sehat, dan lezat saat dikonsumsi bersama keluarga.

