Close Menu
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Copyright PT Media Narasi Indonesia
anggota Jaringan Media Siber Indonesia

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Andi Harun Warning Praktik Titip-menitip di SPMB, Tegaskan Sekolah Harus Bebas dari Feodalisme

Krisis Tenaga Pendidik Mengancam, Disdikbud Samarinda Prediksi Kekurangan 706 Guru hingga Akhir 2026

Investasi Rp13 Triliun Masuk Mahulu, Gubernur Harum Sebut PLTA Batoq Kelo Jadi Pembangkit Harapan

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Contact
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Narasi.coNarasi.co
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Narasi.coNarasi.co
You are at:Home » Krisis Tenaga Pendidik Mengancam, Disdikbud Samarinda Prediksi Kekurangan 706 Guru hingga Akhir 2026
Pendidikan

Krisis Tenaga Pendidik Mengancam, Disdikbud Samarinda Prediksi Kekurangan 706 Guru hingga Akhir 2026
Telah dibaca : 635 Kali.

Ira Nur AjijahBy Ira Nur Ajijah25 Mei 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Telegram Email WhatsApp Threads Copy Link
Teks: Plt Kadisdikbud Samarinda, Ibnu Araby diwawancarai media. Senin, 25/5/2026 (Narasi.co/Ira)
Share
Facebook Twitter WhatsApp Email Telegram Copy Link

SAMARINDA: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda memperkirakan kekurangan tenaga guru di Kota Tepian hingga akhir 2026 mencapai 706 orang.

Kondisi tersebut saat ini masih diatasi dengan memaksimalkan tenaga pengajar yang tersedia di masing-masing sekolah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Samarinda Ibnu Araby mengatakan, kekurangan guru tersebut sudah menjadi catatan pemerintah kota dan telah dipetakan berdasarkan kebutuhan di sekolah.

“Yang jelas itu catatan kita. Apabila sampai akhir tahun ini memang kurangnya sekian. Tapi sementara ini masih tertutupi oleh teman-teman guru yang ada di sekolah,” ujarnya diwawancarai, Senin, 25 Mei 2026.

Menurut Ibnu, sekolah-sekolah sementara melakukan penyesuaian internal untuk menutupi kekosongan tenaga pengajar, baik guru kelas maupun guru mata pelajaran.

“Kalau memang guru kelasnya tidak ada atau guru mata pelajarannya kurang, ya ditutupi oleh guru mata pelajaran lain, guru kelas, atau guru-guru piket di sekolah itu,” katanya.

Kondisi tersebut membuat sebagian guru harus menambah jam mengajar demi menutupi kekurangan tenaga pendidik di sekolah.

“Artinya ditambah jam tugas gurunya. Yang harusnya mengajar delapan jam dalam seminggu, akhirnya bertambah karena membantu teman yang lain yang kosong gurunya,” jelasnya.

Ibnu mengungkapkan, persoalan kekurangan guru sebelumnya juga telah dibahas bersama DPRD Samarinda dalam rapat dengar pendapat.

Namun hingga kini pemerintah kota masih berhati-hati dalam mengambil kebijakan penambahan tenaga guru baru karena mempertimbangkan kondisi anggaran daerah.

“Kita maunya clear, tapi karena masih efisiensi Transfer ke Daerah (TKD)  kita harus berhati-hati. Tidak bisa serta-merta mengangkat, nanti kendalanya di gaji dan segala macam itu jadi masalah baru lagi,” terangnya.

Terkait kemungkinan pengangkatan tenaga guru di luar skema PPPK atau PNS, Ibnu menyebut hingga kini belum ada ketentuan yang mengatur hal tersebut.

“Kalau mengangkat orang kan harus siap gaji. Kalau duitnya enggak ada bagaimana? Jadi personel yang ada di sekolah itu yang kita manfaatkan maksimal,” pungkasnya.

Disdikbud Samarinda Ibnu Araby Pendidikan Tenaga Pendidik
Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Threads Copy Link
Previous ArticleInvestasi Rp13 Triliun Masuk Mahulu, Gubernur Harum Sebut PLTA Batoq Kelo Jadi Pembangkit Harapan
Telah dibaca : 642 Kali.
Next Article Andi Harun Warning Praktik Titip-menitip di SPMB, Tegaskan Sekolah Harus Bebas dari Feodalisme
Telah dibaca : 625 Kali.
Ira Nur Ajijah

Related Posts

Andi Harun Warning Praktik Titip-menitip di SPMB, Tegaskan Sekolah Harus Bebas dari Feodalisme
Telah dibaca : 625 Kali.

25 Mei 2026

Syahariah Mas’ud Soroti Kondisi Fasilitas Sekolah di Paser, dan Kesiapan PPDB
Telah dibaca : 665 Kali.

21 Mei 2026

Education Summit 2026, Putera Sampoerna Foundation Perkuat Kompetensi Guru di Era Digital
Telah dibaca : 671 Kali.

21 Mei 2026

Comments are closed.

@narasi.co
BERITA TERBARU

Andi Harun Warning Praktik Titip-menitip di SPMB, Tegaskan Sekolah Harus Bebas dari Feodalisme
Telah dibaca : 625 Kali.

Krisis Tenaga Pendidik Mengancam, Disdikbud Samarinda Prediksi Kekurangan 706 Guru hingga Akhir 2026
Telah dibaca : 635 Kali.

Investasi Rp13 Triliun Masuk Mahulu, Gubernur Harum Sebut PLTA Batoq Kelo Jadi Pembangkit Harapan
Telah dibaca : 642 Kali.

Masuk SD Tak Wajib Calistung, Sri Puji Astuti Soroti Ketidaksinkronan Kurikulum Dasar
Telah dibaca : 637 Kali.

DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Sosialisasi SPMB, Orang Tua Siswa Masih Dibayangi Kebingungan
Telah dibaca : 642 Kali.

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Pinterest
Don't Miss
Andi Harun Warning Praktik Titip-menitip di SPMB, Tegaskan Sekolah Harus Bebas dari Feodalisme
Telah dibaca : 625 Kali.
Krisis Tenaga Pendidik Mengancam, Disdikbud Samarinda Prediksi Kekurangan 706 Guru hingga Akhir 2026
Telah dibaca : 635 Kali.
Investasi Rp13 Triliun Masuk Mahulu, Gubernur Harum Sebut PLTA Batoq Kelo Jadi Pembangkit Harapan
Telah dibaca : 642 Kali.
Masuk SD Tak Wajib Calistung, Sri Puji Astuti Soroti Ketidaksinkronan Kurikulum Dasar
Telah dibaca : 637 Kali.
Demo
Top Posts

Pengaruh Media Massa Terhadap Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.336 Kali.

8 Maret 20233,833 Views

Pemprov Kaltim Siap Masukkan Mahasiswa UT Samarinda dalam Skema Bantuan Pendidikan Gratispol
Telah dibaca : 5.815 Kali.

2 Juli 20253,465 Views

Peran Pendidikan dalam Mewujudkan Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.999 Kali.

8 Maret 20233,363 Views

Tertarik Berinvestasi di Kaltim, Pengusaha Tiongkok Butuh Lahan 1.000 Hektare
Telah dibaca : 1.074 Kali.

20 Juni 20243,319 Views
Don't Miss
Pendidikan 25 Mei 2026

Andi Harun Warning Praktik Titip-menitip di SPMB, Tegaskan Sekolah Harus Bebas dari Feodalisme
Telah dibaca : 625 Kali.

SAMARINDA: Wali Kota Samarinda Andi Harun menyoroti masih adanya budaya feodalisme, praktik titip-menitip hingga upaya…

Krisis Tenaga Pendidik Mengancam, Disdikbud Samarinda Prediksi Kekurangan 706 Guru hingga Akhir 2026
Telah dibaca : 635 Kali.

Investasi Rp13 Triliun Masuk Mahulu, Gubernur Harum Sebut PLTA Batoq Kelo Jadi Pembangkit Harapan
Telah dibaca : 642 Kali.

Masuk SD Tak Wajib Calistung, Sri Puji Astuti Soroti Ketidaksinkronan Kurikulum Dasar
Telah dibaca : 637 Kali.

Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
© 2026 Narasi.co | PT. Media Narasi Indonesia - Anggota Jaringan Media Siber Indonesia.
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.