SAMARINDA: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda memperkirakan kekurangan tenaga guru di Kota Tepian hingga akhir 2026 mencapai 706 orang.
Kondisi tersebut saat ini masih diatasi dengan memaksimalkan tenaga pengajar yang tersedia di masing-masing sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Samarinda Ibnu Araby mengatakan, kekurangan guru tersebut sudah menjadi catatan pemerintah kota dan telah dipetakan berdasarkan kebutuhan di sekolah.
“Yang jelas itu catatan kita. Apabila sampai akhir tahun ini memang kurangnya sekian. Tapi sementara ini masih tertutupi oleh teman-teman guru yang ada di sekolah,” ujarnya diwawancarai, Senin, 25 Mei 2026.
Menurut Ibnu, sekolah-sekolah sementara melakukan penyesuaian internal untuk menutupi kekosongan tenaga pengajar, baik guru kelas maupun guru mata pelajaran.
“Kalau memang guru kelasnya tidak ada atau guru mata pelajarannya kurang, ya ditutupi oleh guru mata pelajaran lain, guru kelas, atau guru-guru piket di sekolah itu,” katanya.
Kondisi tersebut membuat sebagian guru harus menambah jam mengajar demi menutupi kekurangan tenaga pendidik di sekolah.
“Artinya ditambah jam tugas gurunya. Yang harusnya mengajar delapan jam dalam seminggu, akhirnya bertambah karena membantu teman yang lain yang kosong gurunya,” jelasnya.
Ibnu mengungkapkan, persoalan kekurangan guru sebelumnya juga telah dibahas bersama DPRD Samarinda dalam rapat dengar pendapat.
Namun hingga kini pemerintah kota masih berhati-hati dalam mengambil kebijakan penambahan tenaga guru baru karena mempertimbangkan kondisi anggaran daerah.
“Kita maunya clear, tapi karena masih efisiensi Transfer ke Daerah (TKD) kita harus berhati-hati. Tidak bisa serta-merta mengangkat, nanti kendalanya di gaji dan segala macam itu jadi masalah baru lagi,” terangnya.
Terkait kemungkinan pengangkatan tenaga guru di luar skema PPPK atau PNS, Ibnu menyebut hingga kini belum ada ketentuan yang mengatur hal tersebut.
“Kalau mengangkat orang kan harus siap gaji. Kalau duitnya enggak ada bagaimana? Jadi personel yang ada di sekolah itu yang kita manfaatkan maksimal,” pungkasnya.

