SAMARINDA: Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Terowongan Samarinda Rezky Samudra Aprilyan mengaku, proyek Terowongan Samarinda kini tinggal selangkah lagi menuju operasional.
Setelah pembangunan fisik selesai, pemerintah bersiap melakukan pengujian struktur. Sebagai bagian dari proses perizinan laik fungsi, yang menjadi syarat utama sebelum terowongan dibuka untuk umum.
Rezky Samudra Aprilyan mengatakan, saat ini proses perizinan masih berada pada tahap penyamaan persepsi antara tim teknis daerah, pihak balai kementerian, dan tenaga ahli terkait.
Menurut dia, sejumlah rapat koordinasi telah dilakukan untuk menyamakan pemahaman terhadap mekanisme perizinan dan tahapan pengujian yang harus dilalui sebelum terowongan dapat difungsikan.
“Sampai hari ini kami sudah beberapa kali meeting. Terakhir terkait persamaan persepsi antara tenaga ahli dari BKJTK. Setelah ini akan ada proposal pengujian,” ujarnya, Jumat, 29 Mei 2026.
Rezky menjelaskan, setelah proposal pengujian mendapat persetujuan, tim akan langsung melakukan pengujian lapangan sesuai standar operasional prosedur (SOP) terbaru yang diterbitkan Direktorat Jenderal pada 2025.
“Misalnya minggu depan disetujui, kami langsung masuk tahap pengujian,” katanya.
Ia menambahkan, proses pengujian dan perizinan memiliki batas waktu yang telah ditetapkan.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, seluruh tahapan perizinan harus diselesaikan dalam waktu sekitar 69 hari kerja sejak proposal disetujui.
Sejak dimulai pada Maret 2026, proses perizinan telah melalui lima hingga enam kali rapat koordinasi. Pembahasan dilakukan secara intensif , bersama pihak Balai Kementerian. Untuk memastikan, seluruh dokumen dan persyaratan teknis sesuai dengan regulasi terbaru.
Rezky mengungkapkan, perubahan mekanisme perizinan dari pemerintah pusat turut memengaruhi proses yang berjalan. Jika sebelumnya tahapan diawali dengan persetujuan desain, kini langsung berfokus pada perizinan laik fungsi sesuai SOP terbaru yang diterbitkan pada Desember 2025.
“Perizinan mulai dari Maret kemarin. Sudah sekitar lima sampai enam kali rapat,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Samarinda juga mendorong percepatan operasional terowongan guna membantu mengurai kemacetan lalu lintas, khususnya di kawasan Jalan Sultan Alimuddin dan sekitarnya. Namun demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan yang dijalankan.
“Tapi memang sekarang masih fokus mengejar perizinan. Kalau ada revisi, sehari dua hari langsung kami kirim lagi,” kata Rezky.
Salah satu fokus utama dalam pengujian nantinya adalah memastikan tidak terjadi deformasi atau pergerakan pada struktur terowongan. Pengujian tersebut menjadi indikator penting dalam menilai keamanan konstruksi sebelum digunakan oleh masyarakat.
“Intinya memastikan struktur terowongan aman dan siap dioperasikan,” tegasnya.

