SAMARINDA: Sebagai upaya menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Memasuki tahun ajaran baru, Pemerintah Kota Samarinda menghadirkan bazar perlengkapan sekolah dengan harga di bawah pasaran.

Camat Samarinda Ulu, Sujono, mengatakan, bazar ini merupakan agenda Pemkot Samarinda. Dikoordinasikan Dinas Perdagangan bersama Bagian Perekonomian.
Kegiatan ini digelar di beberapa titik dan hari terakhir, berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Samarinda Ulu.
“Ini merupakan agenda pemerintah kota dalam rangka menekan inflasi, terutama terkait harga-harga kebutuhan masyarakat menjelang anak-anak masuk sekolah,” ujarnya usai memantau bazar perlengkapan sekolah di Halaman Kantor Kecamatan Samarinda Ulu, Jumat, 10 Juli 2026.
Menurut Sujono, bazar mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Informasi pelaksanaan kegiatan telah disebarluaskan melalui kelurahan, RT, hingga media sosial sehingga banyak warga datang untuk berbelanja kebutuhan sekolah.
“Delapan kelurahan di Samarinda Ulu sudah kami informasikan jauh-jauh hari melalui berbagai saluran,” katanya.
Meski digelar di Kecamatan Samarinda Ulu, bazar terbuka bagi seluruh warga Kota Samarinda.
Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Pasar Merdeka dan Kecamatan Samarinda Kota agar jangkauannya lebih luas.
“Silakan warga dari kecamatan mana saja datang. Kegiatan ini terbuka untuk seluruh masyarakat Samarinda,” ucapnya.
Berbagai perlengkapan sekolah dijual dalam bazar tersebut, mulai dari seragam, sepatu, tas hingga perlengkapan belajar lainnya.
Produk yang dipasarkan berasal dari distributor dan pelaku usaha lokal yang difasilitasi Dinas Perdagangan.
Sujono mengatakan, pemerintah telah meminta para penyedia menjual barang dengan harga di bawah harga pasar. Sehingga masyarakat, dapat membeli kebutuhan sekolah dengan biaya yang lebih ringan.
Ia berharap, bazar serupa dapat terus dilaksanakan pada momen-momen tertentu. Sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban masyarakat.
“Ini bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat, terutama menjelang tahun ajaran baru ketika kebutuhan rumah tangga meningkat,” katanya.
Antusiasme warga, terlihat sejak bazar dibuka. Salah seorang pengunjung, Ani (40), mengaku sengaja datang setelah mengetahui informasi bazar melalui media sosial Facebook.
Ia menilai, meski selisih harga setiap barang tidak terlalu besar, tetap memberikan penghematan bagi keluarga.
“Kalau namanya emak-emak, selisih seribu sampai dua ribu rupiah itu kalau dikalikan banyak barang lumayan juga,” ujarnya.
Ani mengatakan dirinya membeli berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari buku gambar, buku tulis hingga kotak pensil untuk anaknya. Menurutnya, keputusan berbelanja di bazar didasarkan pada perbandingan harga dengan toko-toko lain.
“Kita lihat dulu, kalau memang lebih murah ya kita beli di sini. Kalau harganya hampir sama, ya beli di toko biasa,” katanya.
Ia mengaku, mengetahui informasi bazar dari unggahan di Facebook yang kemudian mengajak keluarganya datang langsung ke lokasi.

