

SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp10,6 miliar pada 2026 untuk melanjutkan pembangunan Segmen 1 Teras Samarinda Tahap II.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan, berdasarkan hasil rapat dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, penyelesaian segmen 1 tetap berjalan meski kondisi keuangan daerah tengah terdampak efisiensi anggaran.
“Segmen I, lll, dan IV sudah selesai. Yang sekarang dikerjakan tinggal segmen I Informasinya memang ada anggaran sekitar Rp10,6 miliar untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas,” ujarnya di ruang kerja Komisi III DPRD Samarinda, Senin, 27 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pekerjaan lanjutan pada segmen 1 meliputi penyelesaian jalur pedestrian di sisi sungai dan sisi darat, pemasangan lantai berbahan wood plastic composite (WPC), penyelesaian mekanikal dan elektrikal pada jembatan pedestrian, hingga penataan lanskap.
Menurut Deni, DPRD juga terus mempertanyakan kepastian operasional segmen 2, 3, dan 4 yang secara fisik telah rampung.
“Yang kami pertanyakan sekarang, kapan dibuka untuk masyarakat. Informasi terakhir masih proses serah terima dari Sekda kepada OPD pelaksana. Mudah-mudahan akhir Juli atau awal Agustus sudah bisa difungsikan,” katanya.
Selain itu, Komisi III juga memberikan sejumlah catatan teknis terhadap pembangunan segmen I.
Salah satunya terkait desain railing yang dinilai terlalu lebar sehingga berpotensi membahayakan anak-anak, serta penggunaan material yang dinilai lebih rentan terhadap korosi.
“Kami ingin memastikan pekerjaan ini sesuai dengan spesifikasi teknis. Jangan sampai aset yang dibangun dengan anggaran besar justru cepat rusak karena kualitas pekerjaan tidak maksimal,” tegasnya.
Deni menambahkan, meski kondisi fiskal daerah masih dihadapkan pada efisiensi anggaran dan kewajiban penyelesaian pembayaran proyek tahun sebelumnya, percepatan penyelesaian Teras Samarinda Tahap II tetap harus menjadi prioritas agar kawasan tersebut segera memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pengembangan kawasan tepian Sungai Mahakam.

