BONTANG : Rumah warga Kelurahan Bontang (BK) Kuala, Kecamatan Bontang Utara belakang ini, terus terendam banjir rob dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter.
Banjir rob akibat pasang air laut atau air laut naik kerap melanda kawasan BK, dan ini mematikan aktivitas masyarakat termasuk ekonomi UMKM setempat.
Tak hanya itu, dari pantauan Narasi.co beberapa rumah warga BK yang menjadi sasaran banjir rob sudah mengalami pelapukan dan ditinggal penghuninya.
Salah seorang warga BK, Muhammad Ali mengakui jika harta benda miliknya khususnya kendaraan sudah beberapa kali mengalami kerusakan parah akibat terkena air garam.
“Biaya perbaikan juga tidak sedikit sampai Rp 1-2 juta,” ujarnya, Selasa (27/12/2022).
Banjir rob sudah menjadi langganan warga BK. Muhammad Ali telah meninggikan rumahnya di tahun 2019, namun saat ini air laut kembali merendam huniannya.
“Memang tiap tahun makin naik, mungkin pengaruh volumenya bertambah. Ini menjadi keresahan kita jika terus seperti ini,”ujarnya.
Bahkan, terangnya untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, beberapa tetangganya yang rumahnya terendam juga sudah mulai memindahkan tempat tinggal dan memilih berkontrak untuk menyelamatkan harta bendanya.
Oleh karena itu dirinya berharap permasalahan akan banjir rob ini segera direspon oleh Pemerintah Kota Bontang sehingga masyarakat tidak harus kehilangan rumah tinggalnya.
“Kita butuh solusi dari pemerintah. Informasinya kemarin mau peninggian badan jalan tapi sampai sekarang belum terealisasi,”jelasnya.
Tak hanya itu, dirinya juga meminta agar pemerintah juga menyiapkan bahan konsumsi (makan) bagi masyarakat, karena saat terdampak banjir rob mereka tidak bisa memasak makanan.
“Tergantung kalau airnya tinggi, kita butuh makanan. Kalau tidak kita masih bisa masak,”tandasnya.

