Papua-Kebijakan Gubernur Papua Lukas Enembe yang akan memberikan bonus Rp 1 miliar kepada peraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XX ternyata menimbulkan keresahan pelatih dan pengurus cabor dari provinsi lain.
Mereka khawatir, akan ada deal tertentu mengingat besarnya bonus yang akan diberikan.
“Jadi sekarang kami agak was-was,” kata seorang pengurus cabor yang tak mau disebutkan namanya, Minggu (4/10/2021).
Mereka khawatir akan ada deal-deal tertentu untuk memenangkan atlet tuan rumah karena uang Rp 1 miliar masih bisa dibagi.
Karena itu, seorang pelatih yang juga tak mau namanya disebut mengatakan, pihaknya terpaksa tidak mengizinkan atletnya berkomunikasi menggunakan handphone demi menghindari kemungkinan berkomunikasi dengan para pengatur skor.
*Apalagi, Kaltim sendiri belum menyebut besaran pasti bonus yang akan diberikan, sedangkan Papua lebih pasti,” sambungnya.
Menanggapi fenomena yang bisa jadi akan mematikan semangat sportivitas itu, Asisten Pemkesra Setda Provinsi Kaltim HM Jauhar Efendi mengatakan bila atlet Kaltim tidak akan melakukan hal-hal yang mencederai sportivitas.
“Yang pasti bonus kita ada. Pak Gubernur sudah menyatakan. Besarannya, nanti kita lihat lagi.
“Kita berharap cabor-cabor yang belum dipertandingkan dan diprediksi akan mendulang emas mudah-mudahan presisinya tepat, atau kalau pun meleset ya sedikit saja,” kata Jauhar.
Jauhar yakin seluruh atlet Kaltim tidak akan bertindak nakal dan mengkhianati sportivitas. Sebaliknya akan berjuang gigih untuk mengharumkan nama Kalimantan Timur.
“Semoga tidak ada yang sakit-sakit , apalagi Covid-19,” harap Jauhar.

