Papua-Hingga hari ketiga pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua berlangsung aman dan lancar, meski di beberapa distrik di pegunungan yang jauh dari pusat kota, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih terus berusaha membuat kekacauan.
“Kami di sini hidup berdampingan. Jadi aman-aman saja. Mereka saja (KKB) yang selalu mau bikin-bikin ribut” kata Esli, warga Abepura, Minggu (3/10/2021).
Esli yang juga menjadi relawan PON Papua ini mengatakan sesungguhnya masyarakat Papua tidak menginginkan suasana yang kacau, teror di sana sini dan perbuatan onar lainnya.
Rakyat Papua sesungguhnya sangat cinta damai dan terbuka bagi para pendatang. Mereka juga siap maju bersama warga Indonesia lainnya.
Masyarakat Papua secara umum kata dia juga ingin maju, setara dengan kemajuan di daerah Jawa, Sulawesi dan Sumatera. Yang tidak ingin kemajuan hanya sekelompok kecil yang ada di kawasan-kawasan pegunungan.
Menurut Esli, masyarakat luar Papua mungkin banyak mengira jika Papua selalu dekat dengan kekacauan dan tidak aman, padahal tidak demikian adanya.
“Hanya kelompok kecil saja yang ribut dan itu jauh di gunung. Di sini damai, sejuk,” tukas Esli.
Dia juga berharap agar media massa, baik televisi, cetak, elektronik dan online tidak hanya menyiarkan pemberitaan yang seram atau gaduh tentang Papua, sehingga pandangan masyarakat luar tidak semakin negatif tentang Papua.
Sebelumnya, di depan ribuan warga Papua yang datang ke Stadion Lukas Enembe di Distrik Sentani Kabupaten Jayapura, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengatakan PON merupakan panggung kesetaraan dan keadilan untuk maju bersama dalam bingkai NKRI. Jokowi ingin mengajak seluruh warga Papua bergembira. PON diharapkan menjadi media pemersatu bangsa.
“PON memiliki makna besar bagi bangsa Indonesia. PON ini adalah panggung persatuan. PON ini adalah panggung kebersamaan, panggung persaudaraan, panggung kesetaraan dan panggung keadilan,” ucap Jokowi.
Panggung-panggung itu tidak lain lanjut Jokowi hanya untuk satu tujuan maju dan sejahtera bersama dalam bingkai negara kesatuan republik Indonesia.
Pelaksanaan PON disambut gembira warga Bumi Cenderawasih. Mereka sangat antusias menyaksikan ajang olahraga nasional empat tahunan pertama di Papua itu.
“Tentu kami sangat senang karena kapan lagi PON bisa digelar di Papua,” kata Gideon Suwae, mahasiswa semester akhir Universitas Papua (Unipa).

