SAMARINDA: Bayu Surya Gandamana resmi dipercaya memimpin Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2026-2031.
Ia terpilih secara aklamasi, kekeluargaan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) JMSI.
Bayu yang sebelumnya Sekretaris JMSI Kaltim menggantikan Almarhum Mohammad Sukri, yang selama ini dikenal sebagai sosok sentral dalam membangun dan membesarkan JMSI Kaltim.
Ia mengaku, merasa terhormat sekaligus memikul tanggung jawab besar untuk melanjutkan perjuangan yang telah dirintis pendahulunya.
“Pak Sukri telah membangun pondasi yang kokoh, jadi ini bukan sekadar meneruskan jabatan, tetapi melanjutkan amanah dan perjuangan yang sudah beliau tanamkan selama ini,” kata Bayu, di Samarinda, Senin, 8 Juni 2026.
Menurutnya, pesan yang paling membekas dari Almarhum Muhammad Sukri adalah menjadikan JMSI sebagai rumah bagi seluruh anggota dengan tetap menjaga integritas, profesionalisme, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
“Selain itu, beliau juga mengajarkan pentingnya persatuan dan kekompakan dalam organisasi,” ujarnya.
Bayu menilai, warisan terbesar yang ditinggalkan Muhammad Sukri adalah terciptanya persatuan dan kepercayaan di kalangan media siber se-Kalimantan Timur.
Menurutnya, Sukri berhasil menyatukan perusahaan media dalam satu wadah yang solid, profesional, dan diakui secara nasional.
Diketahui, Almarhum Mohammad Sukri sebelumnya terpilih melanjutkan kepemimpinan di periode keduanya 2026-2031 terpilih pada Musda 8 Oktober 2025 tahun lalu.
Namun, sebelum sempat dilantik pada 2026 untuk menjalani masa jabatan keduanya, ia lebih dahulu berpulang ke rahmatullah pada 16 Mei 2026.
Dalam kepemimpinannya, Bayu berkomitmen melanjutkan nilai-nilai yang selama ini menjadi fondasi JMSI Kaltim, yakni profesionalisme, integritas, dan kemandirian media.
Ia menegaskan, akan memperkuat peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Selain itu, organisasi juga akan memperkuat advokasi hukum bagi anggota, membuka peluang kerja sama usaha, serta mendorong lebih banyak media anggota mengikuti proses verifikasi Dewan Pers.
“Fokus pada pelatihan, perlindungan hukum, dan kemandirian media tetap menjadi perhatian utama. Saya ingin manfaat organisasi ini bisa dirasakan oleh seluruh anggota hingga ke kabupaten dan kota di Kalimantan Timur,” katanya.
Bayu menyebut , tantangan terbesar yang dihadapi JMSI saat ini adalah menjaga semangat persatuan di tengah perubahan dunia media yang berlangsung sangat cepat.
Menurutnya, media siber harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai penyampai informasi yang kredibel.
Untuk itu, ia berjanji membangun komunikasi yang terbuka dengan seluruh anggota dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak demi meningkatkan peran media dalam pembangunan daerah.
“Caranya sederhana, yakni kerja nyata, komunikasi terbuka, dan kekeluargaan. Kita ingin menunjukkan bahwa media siber merupakan bagian penting dalam pembangunan Kalimantan Timur yang kredibel dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Kepada seluruh anggota JMSI Kaltim, Bayu mengajak untuk terus menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan yang telah dibangun selama ini. Ia berharap organisasi dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
Sementara kepada masyarakat, Bayu menegaskan komitmen, JMSI Kaltim untuk terus menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
JMSI Kaltim hadir bukan hanya untuk melaporkan informasi, tetapi juga menjadi mitra pembangunan sekaligus pengawas yang kritis.
“Kami akan terus bekerja untuk kebenaran dan kepentingan masyarakat banyak,” tegasnya.

