

SAMARINDA: Generasi muda didorong memiliki keterampilan, atau keahlian khusus agar lebih mudah terserap oleh kebutuhan industri maupun dunia usaha.
Karena kata Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah menilai, kepemilikan ijazah saja tidak lagi cukup untuk bersaing di dunia kerja.
Hal itu disampaikan Helmi menanggapi, tingginya antusiasme masyarakat dalam Mahakam Job Fair 2026.
Menurutnya, pencari kerja perlu membekali diri dengan kompetensi tambahan. Agar tidak mudah tersisih dalam proses rekrutmen.
“Untuk masuk ke dunia usaha itu tidak semudah itu. Modal ijazah saja tidak cukup. Minimal harus punya satu keahlian yang bisa mendukung. Sehingga ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja, mereka tidak tereliminasi,” ujarnya di Samarinda Square, Kamis, 23 Juli 2026.
Ia mengatakan, peningkatan keterampilan masyarakat perlu diperkuat melalui pelatihan yang diselenggarakan Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) maupun lembaga pelatihan lainnya.
Dengan begitu, lulusan sekolah maupun perguruan tinggi memiliki bekal yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
“Harapan kita ada lembaga-lembaga pelatihan, yang membekali mereka dengan keterampilan. Itu akan mempermudah, baik ketika mencari pekerjaan maupun jika ingin membuka usaha sendiri,” katanya.
Helmi menyebut, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia juga sejalan dengan program Pemerintah Kota Samarinda dalam menekan angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja.
DPRD, lanjutnya, siap memberikan dukungan melalui pembahasan APBD Perubahan 2026 maupun APBD 2027 agar program peningkatan kompetensi tenaga kerja dapat terus berjalan.
Ia juga berharap, penyelenggaraan Mahakam Job Fair tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Menurutnya, kegiatan serupa perlu digelar secara berkala agar pencari kerja memiliki lebih banyak kesempatan bertemu langsung dengan perusahaan.
“Mudah-mudahan program ini bisa terus berlanjut. Kalau bisa enam bulan sekali atau paling tidak setahun sekali, sehingga para pencari kerja tetap memiliki harapan mendapatkan pekerjaan,” tuturnya.
Helmi menambahkan, kebutuhan penciptaan lapangan kerja akan terus meningkat mengingat setiap tahun ribuan lulusan SMA hingga perguruan tinggi di Samarinda memasuki pasar kerja dan membutuhkan peluang untuk memperoleh pekerjaan.

