JAKARTA: Sinergisitas dan kolaborasi antara insan pers dan Polri sangat penting karena keduanya memiliki peran strategis dalam memerangi penyebaran informasi palsu (hoaks) yang merugikan masyarakat.
Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri acara jalan santai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sekaligus Kick Off menuju Hari Pers Nasional (HPN) 2025 yang berlangsung di Alun-Alun Kota Serang, Banten, Minggu, 30 November 2025.
Kapolri menekankan bahwa kolaborasi pers dengan seluruh pemangku kepentingan harus tetap menjaga independensi.
Menurutnya, saat ini masyarakat di era teknologi dapat menjadi pembuat informasi, sehingga konten yang disebarkan perlu diverifikasi.
“Kita sedang menghadapi era di mana masyarakat bisa membuat dan menyebarkan berita sendiri. Karena itu verifikasi sangat penting,” ujar Sigit.
Ia menambahkan, kehadiran pers menjadi krusial untuk memastikan publik menerima informasi yang akurat dan kredibel.
“Pers harus tetap berada di ruang publik untuk memberikan informasi yang terpercaya, menyampaikan kebenaran, dan memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Sigit menyebut, di tengah era post-truth, informasi yang belum tentu benar dapat dianggap sebagai kebenaran.
Karena itu, pers memegang peran penting dalam memberikan masukan agar masyarakat memperoleh informasi yang tepat.
Menanggapi kondisi tersebut, Kapolri menegaskan bahwa Polri berkomitmen memberikan keamanan kepada seluruh insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Semua wartawan harus mendapatkan rasa aman ketika melakukan peliputan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Sigit juga menyampaikan duka cita mendalam atas bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Ia mengatakan, Polri bersama TNI dan pemerintah terus mengirimkan bantuan, mulai dari pakaian, alat komunikasi, hingga penyiagaan personel dan peralatan untuk evakuasi serta pengamanan jalur distribusi bantuan.
“Kami mendapat informasi bahwa beberapa personel sudah bisa masuk memberikan bantuan logistik,” kata Sigit.
Menurutnya, penanganan bencana memerlukan sinergisitas dan partisipasi seluruh pihak untuk membantu masyarakat terdampak.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, dalam kesempatan yang sama mengajak seluruh peserta acara untuk mengheningkan cipta dan mendoakan para korban banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera.
“Kami mengajak seluruh hadirin untuk mengheningkan cipta dan mendoakan saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang dilanda musibah bencana hidrometeorologi,” ujar Munir.
Ia juga menyapa Ketua PWI Sumut, Ketua PWI Sumbar, dan perwakilan PWI Aceh yang hadir secara daring, untuk menanyakan perkembangan situasi di lapangan dan kebutuhan mendesak masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian, PWI Pusat melalui PWI Peduli resmi meluncurkan penggalangan dana untuk membantu korban bencana di Aceh, Sumut, Sumbar, dan daerah lain yang terdampak.

