SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan langkah pengawasan ketat terhadap harga dan distribusi bahan pokok menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memastikan pemerintah akan memonitor langsung pergerakan harga di pasar, serta rantai distribusi agar tidak terjadi kenaikan harga yang tak wajar dan praktik penimbunan oleh pelaku usaha.
“Kita akan memonitor perkembangan harga untuk tidak terjadi kenaikan harga yang tidak wajar, sehingga tidak terjadi penimbunan. Kami mengimbau agen dan distributor untuk menjauhkan diri dari praktik seperti itu,” katanya usai menghadiri Rapat Pengamanan Nataru bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Hotel Aston Samarinda, Senin, 8 Desember 2025.
Andi Harun menjelaskan pengawasan dilakukan melalui dua pendekatan.
Pertama, pendekatan tertutup melalui penindakan hukum oleh Polresta Samarinda dan Kejaksaan Negeri Samarinda terhadap pelaku penimbunan atau permainan harga.
Kedua, pendekatan terbuka oleh Pemkot melalui inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional, distributor, agen, hingga ritel modern untuk memastikan pasokan aman.
“Operasi pasar menjadi opsi bila ditemukan gangguan pasokan. Tapi penggunaannya harus terukur karena bisa berdampak terhadap arus barang dari pelaku usaha,” jelasnya.
Menurut orang nomor satu di Kota Tepian itu, operasi pasar yang tidak terkendali justru berpotensi menahan distribusi barang milik sektor usaha dan mengganggu dinamika pertumbuhan ekonomi daerah.
“Karena kalau operasi pasar dilakukan terus di sisi pemerintah, barang dari distributor tidak beredar. Inflasi bisa terkendali, tapi pertumbuhan ekonomi bisa terganggu. Jadi semua serba terukur,” ujarnya.
Selain beras, gula, cabai, dan komoditas pangan pokok lain, Pemkot juga akan memantau ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang juga berpotensi meningkat permintaannya selama libur Nataru.
Pemantauan dilakukan secara terpadu untuk memastikan roda ekonomi tetap berjalan, namun tanpa menimbulkan gejolak harga maupun kelangkaan.
Pemkot Samarinda menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga tidak hanya pada momentum Nataru, tetapi juga mengantisipasi gelombang kebutuhan pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
“Tujuan kita adalah stabilitas. Harga terkendali, pasokan aman, dan aktivitas ekonomi tetap tumbuh,” tutup Andi Harun.

