Close Menu
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Copyright PT Media Narasi Indonesia
anggota Jaringan Media Siber Indonesia

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Contact
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Narasi.coNarasi.co
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Narasi.coNarasi.co
You are at:Home » OJK, Kemendagri dan Kemenko Perekonomian Perkuat Akses Keuangan Daerah Dukung Program Asta Cita
Nasional

OJK, Kemendagri dan Kemenko Perekonomian Perkuat Akses Keuangan Daerah Dukung Program Asta Cita
Telah dibaca : 769 Kali.

Rabiatun DrakelBy Rabiatun Drakel10 Oktober 2025Updated:11 Oktober 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Telegram Email WhatsApp Threads Copy Link
Teks: Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2025 yang digelar pada Jumat, 10 Oktober 2025.
Share
Facebook Twitter WhatsApp Email Telegram Copy Link

JAKARTA: Dalam upaya menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus mewujudkan program prioritas Pemerintah sesuai arah kebijakan Asta Cita, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Dalam Negeri terus mempercepat pemerataan akses keuangan di seluruh wilayah Indonesia.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2025 yang digelar pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Hadir dalam kegiatan itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, serta Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Friderica Widyasari Dewi.

Dalam sambutannya, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa keberadaan TPAKD menjadi elemen penting karena inklusi keuangan merupakan indikator utama stabilitas ekonomi makro.

Program ini juga menjadi bagian integral dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Inklusi keuangan bahkan menjadi perhatian dunia. Ada Komite Financial Inclusion yang dipimpin oleh Ratu Maxima, dan Presiden Prabowo Subianto baru saja membahas isu ini dalam pertemuan di Belanda,” kata Airlangga.

Airlangga menambahkan, Presiden Prabowo mengapresiasi capaian Dewan Nasional Keuangan Inklusif yang selaras dengan semangat Asta Cita, terutama dalam memperkuat ekonomi rakyat.

Ke depan, TPAKD diharapkan turut memperluas akses pembiayaan untuk mendukung program makan bergizi gratis dan penguatan koperasi Merah Putih yang akan digulirkan lebih cepat tahun depan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan pihaknya akan terus memperkuat peran TPAKD sebagai katalis pemerataan ekonomi nasional.

Fokus utamanya adalah memperluas ekosistem akses keuangan di daerah, khususnya dalam pembiayaan UMKM.

“OJK mendorong TPAKD melakukan langkah strategis untuk mendukung target inklusi keuangan nasional,” ujarnya.

Mahendra menjelaskan, langkah tersebut meliputi penguatan infrastruktur dan ekosistem keuangan digital, perluasan titik akses layanan keuangan di daerah, serta peningkatan literasi dan perlindungan konsumen.

Selain itu, TPAKD juga perlu menjaga keberlanjutan program, meningkatkan kapasitas anggota, dan menyesuaikan diri dengan perkembangan inovasi keuangan.

“Melalui implementasi roadmap yang baik, program di daerah bisa berjalan efektif, transparan, dan terukur,” tegas Mahendra.

Sementara itu, Friderica Widyasari Dewi menekankan bahwa berbagai program TPAKD telah memperluas akses keuangan masyarakat, sekaligus mendukung visi Asta Cita Pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi yang tangguh dari desa hingga kota.

Menurut Friderica, TPAKD kini berperan sebagai motor penggerak ekonomi keuangan daerah. Salah satu keberhasilannya adalah Program Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR), yang telah menyalurkan Rp46,71 triliun kepada lebih dari 1,7 juta debitur di seluruh Indonesia.

Selain itu, pembiayaan sektor pertanian juga mencapai Rp3,71 triliun untuk lebih dari 80 ribu debitur.

Friderica menambahkan, program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) telah menjangkau 58,32 juta rekening atau 87 persen pelajar Indonesia, sementara Program Laku Pandai berhasil membuka akses keuangan hingga 72.353 desa, melibatkan 16 juta masyarakat ke sektor keuangan formal.

Ia mengajak seluruh kepala daerah untuk mengoptimalkan TPAKD di wilayah masing-masing sebagai bagian dari strategi menuju pembangunan ekonomi berkelanjutan.

“Dengan memperkuat akses keuangan di tingkat lokal, kita membangun kemakmuran yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Program Asta Cita merupakan delapan agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang salah satunya menekankan pada pemerataan ekonomi, kemandirian pangan, dan pemberdayaan UMKM.

Percepatan inklusi keuangan menjadi pondasi strategis dalam mewujudkan visi tersebut, dengan target partisipasi keuangan masyarakat mencapai lebih dari 90 persen pada 2026.

Kemendagri Kemenko Perekonomian OJK Rakornas TPAKD
Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Threads Copy Link
Previous ArticleASN Diskominfo Kukar Raih Peringkat Kedua Pelatihan Kepemimpinan Pengawas
Telah dibaca : 685 Kali.
Next Article Lomba Menu B2SA Jadi Langkah Nyata Kaltim Wujudkan Kemandirian Pangan
Telah dibaca : 700 Kali.
Rabiatun Drakel

Related Posts

Pemkot Samarinda Kembangkan Dashboard Digital untuk Pantau Kinerja ASN Saat WFH
Telah dibaca : 664 Kali.

18 April 2026

Pemkot Samarinda Terapkan WFH ASN Setiap Jumat, Hemat BBM hingga 261 Liter per Hari
Telah dibaca : 666 Kali.

18 April 2026

Insan Pers Tanah Air Berduka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
Telah dibaca : 663 Kali.

18 April 2026

Comments are closed.

@narasi.co
BERITA TERBARU

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 622 Kali.

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.

Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 638 Kali.

Rudy Mas’ud Respons Aksi 214 Lewat Instagram, Tak Temui Massa Saat Demo Berlangsung
Telah dibaca : 653 Kali.

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Pinterest
Don't Miss
Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 622 Kali.
Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.
DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.
Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 638 Kali.
Demo
Top Posts

Pengaruh Media Massa Terhadap Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.217 Kali.

8 Maret 20233,832 Views

Pemprov Kaltim Siap Masukkan Mahasiswa UT Samarinda dalam Skema Bantuan Pendidikan Gratispol
Telah dibaca : 5.710 Kali.

2 Juli 20253,462 Views

Peran Pendidikan dalam Mewujudkan Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.886 Kali.

8 Maret 20233,361 Views

Tertarik Berinvestasi di Kaltim, Pengusaha Tiongkok Butuh Lahan 1.000 Hektare
Telah dibaca : 988 Kali.

20 Juni 20243,316 Views
Don't Miss
Ekonomi 22 April 2026

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 622 Kali.

SAMARINDA: Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Samarinda Tahun Anggaran 2025 mulai…

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.

Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 638 Kali.

Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
© 2026 Narasi.co | PT. Media Narasi Indonesia - Anggota Jaringan Media Siber Indonesia.
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.