SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai menyusun usulan proyek strategis sebagai bagian dari pengembangan konsep integrasi tiga kota (Tri-City) yang menghubungkan Samarinda, Balikpapan, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Program tersebut menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang yang melibatkan Japan International Cooperation Agency (JICA) guna memperkuat konektivitas infrastruktur serta sektor pendukung di kawasan penyangga IKN.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, mengatakan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait saat ini tengah merumuskan usulan program yang terintegrasi dengan wilayah sekitar.
“Ini proyek strategis untuk Tri-City yang melibatkan JICA. Jadi bukan sekadar proyek internal Pemkot, tapi tujuannya terintegrasi dengan kabupaten/kota di sekitar kita sebagai pendukung IKN,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Senin, 27 April 2026.
Neneng menjelaskan, fokus utama program tersebut adalah memperkuat keterhubungan wilayah melalui pembangunan infrastruktur strategis.
Sektor jalan menjadi prioritas utama, khususnya konektivitas Samarinda dengan Kutai Kartanegara (Kukar) dan Penajam Paser Utara (PPU), guna memperlancar akses menuju kawasan IKN.
Selain pembangunan jalan, sektor pariwisata juga masuk dalam agenda pengembangan.
Pemkot Samarinda, kata Neneng, tengah menjajaki berbagai potensi wisata terintegrasi, termasuk konsep wisata susur sungai yang dapat melintasi wilayah perbatasan antardaerah.
“Kita minta masukan dari OPD agar ketahuan datanya. Misalnya PU mengusulkan jalan yang terkoneksi sampai ke IKN, atau pariwisata dengan konsep susur sungai yang melintasi area perbatasan. Jadi semuanya terkoneksi,” jelasnya.
Meski wacana kerja sama dengan JICA telah dirintis sejak beberapa tahun lalu, Neneng menilai proses implementasi saat ini masih berada pada tahap awal.
Menurutnya, posisi IKN yang baru mulai berkembang secara signifikan dalam dua tahun terakhir membuat proses integrasi kawasan memerlukan penyesuaian bertahap.
Namun demikian, koordinasi antarwilayah terus diperkuat, khususnya antara Samarinda, Balikpapan, dan otoritas IKN.
Untuk mempercepat penyusunan program, Pemkot Samarinda telah menunjuk Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) sebagai leading sector dalam kelompok kerja pembahasan Tri-City.
“Ini memang masih tahap awal, kita masih merintis dan menggodok usulan di internal OPD. Nanti akan ada rapat lanjutan lagi di Bapperida untuk mematangkan konsep sebelum dibicarakan dalam pertemuan tiga kota tersebut,” pungkasnya.

