SAMARINDA: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda mengusulkan rekrutmen 260 tenaga guru untuk mengatasi kekurangan pendidik yang saat ini mencapai sekitar 740 orang.
Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaan Disdikbud Samarinda, Taufiq Gurahman, mengatakan kebutuhan tersebut dihitung berdasarkan kondisi riil di lapangan, baik untuk guru kelas maupun mata pelajaran.
“Kebutuhan guru di Samarinda sekitar 740 orang. Namun karena kondisi keuangan daerah, yang bisa direkrut saat ini hanya 260 orang,” ujarnya, Kamis, 16 April 2026.
Dari jumlah itu, sebanyak 255 formasi diperuntukkan bagi guru formal yang terdiri dari guru kelas dan guru mata pelajaran, sementara lima formasi lainnya dialokasikan untuk guru nonformal.
Taufiq menjelaskan seluruh formasi tersebut telah diusulkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan saat ini masih menunggu persetujuan.
“Formasinya sudah kami usulkan ke Menpan, tinggal menunggu persetujuan untuk membuka rekrutmen,” katanya.
Ia menambahkan, jika disetujui, rekrutmen akan dibuka melalui jalur CPNS dan PPPK.
Kesempatan tersebut terbuka bagi pelamar umum maupun tenaga honorer yang memenuhi kualifikasi.
“Baik dari jalur umum maupun honorer bisa ikut, selama memenuhi syarat yang ditentukan,” jelasnya.
Sementara itu, untuk menutup kekurangan guru yang belum terpenuhi, Disdikbud memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mengangkat tenaga pengajar secara mandiri sesuai kebutuhan.
“Kami memberikan kebebasan kepada sekolah untuk mengangkat guru guna menutupi kekurangan yang ada,” tambahnya.
Pemerintah Kota Samarinda berharap rekrutmen ini segera terealisasi sehingga kebutuhan tenaga pendidik dapat terpenuhi, khususnya dalam mendukung kualitas pembelajaran di sekolah.

