Close Menu
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Copyright PT Media Narasi Indonesia
anggota Jaringan Media Siber Indonesia

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Contact
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Narasi.coNarasi.co
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Narasi.coNarasi.co
You are at:Home » Bumi Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Transisi Energi Mendesak Dilakukan
Nasional

Bumi Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Transisi Energi Mendesak Dilakukan
Telah dibaca : 934 Kali.

Adi Rizki RamadhanBy Adi Rizki Ramadhan6 Juni 2024Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Telegram Email WhatsApp Threads Copy Link
Teks : Menekan panas bumi, pengupayaan pengembangan energi terbarukan harus segera direalisir
Share
Facebook Twitter WhatsApp Email Telegram Copy Link

JAKARTA: Akselerasi hijau menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, mendesak untuk dilakukan. Mengingat saat ini bumi sedang tidak baik-baik saja.

Perubahan cuaca makin ekstrim dan tak dapat diprediksi. Banyak fenomena alam terasa aneh dalam hari-hari terakhir, mulai dari suhu udara super panas, banjir, hingga angin topan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Wiluyo Kusdwiharto, dalam EITS DISCUSSION SERIES 2024 bertajuk “Transformasi Hijau Menuju Masa Depan Energi yang Lebih Bersih dan Berkelanjutan” digelar Energy Institute for Transition (EITS) di Ballroom Thamrin Nine, Rabu, (5/6/2024).

Wiluyo menyebut, fenomena perubahan cuaca ekstim tersebut disinyalir menjadi salah satu penyebab turbulensi parah, yang dialami pesawat Boeing 777-300ER saat terbang dari London, Inggris menuju Singapura, pada Senin, (20/5/2024).

Akibatnya, pesawat milik Singapore Airline tersebut terpaksa mendarat darurat di Bangkok, Thailand, Selasa,(21/5/2024).

“Fenomena perubahan cuaca eksrim seperti itu akan semakin sering terjadi,” ungkapnya.

Ditambahkan, kenaikan temperatur bumi ini akibat lepasnya karbon yang signifikan. Dari tahun ke tahun sebagai salah satu penyebabnya. Kita bakal kesulitan memprediksi.

“Kejadian ini harus diwaspadai dan diantisipasi,” ungkapnya.

Berpulang pada kondisi ini, Wiluyo mengingatkan, transisi energi tidak harus meningalkan “Trilema Energi” yang mencakup aspek penting dalam infrastruktur energi.

Yakni energi securiti (keamanan), environmental sustainability (kelestarian lingkungan), dan accountability (harga terjangkau).

Jika ketiga aspek ini ditinggalkan, lanjutnya, maka Indonesia akan mengalami krisis energi.

Ujung-ujungnya pembangunan tidak dapat dilaksanakan dan ekonomi masyarakat akan menurun. Karena itu, kita tetap menuju clean energi tanpa melupakan Trilema Energi.

Menurut Wiluyo, membangun renewable energi secara bertahap. Guna menggantikan energi fosil, adalah salah satu strategi jitu dalam mengakselerasi transisi energi.

Kemudian, mengakselerasi transisi energi dengan optimalisasi pemanfaatan EBT sebagai pengganti fosil.

Karenanya, pemerintah sebaiknya mendahulukan air (hydro energy) dan panas bumi (geothermal energy) untuk pembangunan pembangkit listrik.

Alasanya, potensi sumber daya kedua jenis energi tersebut terbilang melimpah di sejumlah wilayah Indonesia.

Sebut Sumatera, terdapat tiga potensi hydro energi untuk pembangkit listrik, masing-masing sebesar 6 gigawatt (GW), 14 GW, dan 6 GW. Kemudian, Sulawesi (25 GW) dan Papua (25 GW).

Pun energi panas bumi, Indonesia merupakan negara kedua terbesar di dunia setelah Amerika Serikat yang memiliki potensi geothermal energy.
Dengan kapasitas sebesar 25 hingga 30 GW.

“Ini harus kita kembangkan dari sekarang karena proses pembangunan EBT butuh waktu lama,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Andriah Feby Misna.

Menurutnya, perubahan iklim dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi yang saat ini menyumbang 80 persen dari total bencana di Indonesia.

“Dampak perubahan iklim lain diantaranya, kelangkaan air, kerusakan ekosistem daratan maupun laut, penurunan kualitas kesehatan, dan kelangkaan pangan,” jelasnya.

Indonesia, sambungnya, merupakan negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Data BMKG 2020 menyebutkan, sejak tahun 1981-2018, Indonesia mengalami tren peningkatan suhu sekitar 0,03°C per tahun.

Selain itu, data Bappenas menyebutkan, Indonesia mengalami kenaikan permukaan air laut sebesar 0,8-1,2 cm per tahun, sementara sekitar 65 persen penduduknya tinggal di wilayah pesisir.

”Komitment sektor energi adalah mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 358 – 446 juta ton CO2 pada tahun 2030, melalui pengembangan energi terbarukan, penerapan efisiensi energi dan konservasi energi, serta penerapan teknologi energi bersih,” papar Feby.

Andriah Feby Misna, juga menyoroti potensi dan pemanfataan EBT di Indonesia.

Dia mengatakan, Indonesia memiliki potensi EBT besar, tersebar dan beragam untuk mendukung ketahanan energi nasional dan pencapaian target bauran EBT.

“Saat ini telah dimanfaatkan 0,3% dari total potensi sehingga peluang pengembangan EBT sangat terbuka, terlebih didukung isu lingkungan, perubahan Iklim, dan peningkatan konsumsi listrik per kapita,” ujarnya.

Sebagai catatan penting, Feby mengingatkan bahwa penyediaan energi di Indonesia hingga saat ini masih didominasi oleh energi fosil yang mencapai 86,83% dari bauran energi primer nasional pada tahun 2023.

Sementara Dewan Pakar METI Zainal Arifin mengungkapkan, penggunaan geothermal tidak seperti energi surya atau angin. Menurutnya, geothermal energy memang handal karena bisa digunakan 24 jam tanpa hambatan namun jika malam masih memerlukan pembangkit lain yang bisa mengikuti beban.

Data PLN menyebutkan, affordability (keterjangkauan harga) geothermal energy terbilang masih mahal.

Diakui, pemicunya kepastian hasil saat ekplorasi. Meski kita sudah mengucurkan dana hingga puluhan miliar, untuk drilling (ngebor) belum tentu menghasilkan geothermal.

Untuk sektor migas, terdapat cost recovery sebagai antisipasi kegagalan eksplorasi, tapi di geothermal nggak ada. Pertanyaannya, siapa yang mau gambling eksplorasi geothermal energi.

Sementara Kepala Divisi Komersialisasi Minyak dan Gas Bumi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rayendra Sidik memastikan, pihaknya terus berupaya agar operasional pengeboran oleh para kontraktor mampu mengurangi carbon (carbon reduction).

Saat ini telah banyak inisiatif pengurangan karbon yang dilakukan kontraktor SKK Migas di lapangan migas. Beberapa kontraktor terutama asing, seperti Pertamina sangat aktif melakukan reduction carbon, zero flaring, dan pengurangan flare.

“Kemudian, carbon capture yang jadi salah satu pilot project sekarang ini. Kita capture dari operasional mereka, lalu masukan ke storage dan reservoir-reservoir yang sudah kosong,” kata Rayendra Sidik.

Rayendra bilang, memang kalau dari nature yang dilakukan SKK Migas adalah persiapan transisi energi dari migas ke energi terbarukan. Secara kebetulan, pihaknya menemukan banyak cadangan gas baru.

“Di situlah porsi kita mendukung transisi sampai siap seratus persen menggunakan energi terbarukan,” pungkas Rayendra.(*)

ESDM SKK Migas Wiluyo Kusdwiharto
Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Threads Copy Link
Previous ArticleCatatan Negatif Program Tapera dari BPK, Berbuntut Unjuk Rasa Penolakan Karyawan Swasta
Telah dibaca : 830 Kali.
Next Article Sekda Ingatkan ASN Pentingnya Pahami Literasi Digital Sebagai Dasar Teknologi Informasi
Telah dibaca : 819 Kali.
Adi Rizki Ramadhan

Related Posts

Pemkot Samarinda Kembangkan Dashboard Digital untuk Pantau Kinerja ASN Saat WFH
Telah dibaca : 664 Kali.

18 April 2026

Pemkot Samarinda Terapkan WFH ASN Setiap Jumat, Hemat BBM hingga 261 Liter per Hari
Telah dibaca : 666 Kali.

18 April 2026

Insan Pers Tanah Air Berduka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
Telah dibaca : 663 Kali.

18 April 2026

Comments are closed.

@narasi.co
BERITA TERBARU

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 622 Kali.

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.

Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 638 Kali.

Rudy Mas’ud Respons Aksi 214 Lewat Instagram, Tak Temui Massa Saat Demo Berlangsung
Telah dibaca : 653 Kali.

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Pinterest
Don't Miss
Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 622 Kali.
Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.
DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.
Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 638 Kali.
Demo
Top Posts

Pengaruh Media Massa Terhadap Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.217 Kali.

8 Maret 20233,832 Views

Pemprov Kaltim Siap Masukkan Mahasiswa UT Samarinda dalam Skema Bantuan Pendidikan Gratispol
Telah dibaca : 5.710 Kali.

2 Juli 20253,462 Views

Peran Pendidikan dalam Mewujudkan Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.886 Kali.

8 Maret 20233,361 Views

Tertarik Berinvestasi di Kaltim, Pengusaha Tiongkok Butuh Lahan 1.000 Hektare
Telah dibaca : 988 Kali.

20 Juni 20243,316 Views
Don't Miss
Ekonomi 22 April 2026

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 622 Kali.

SAMARINDA: Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Samarinda Tahun Anggaran 2025 mulai…

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.

Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 638 Kali.

Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
© 2026 Narasi.co | PT. Media Narasi Indonesia - Anggota Jaringan Media Siber Indonesia.
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.