
SAMARINDA: Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, menyatakan optimisme terhadap target swasembada beras di Kaltim yang dicanangkan Kementerian Pertanian untuk dicapai dalam waktu enam bulan ke depan.
Menurutnya, kunci utama keberhasilan target tersebut terletak pada sinergi lintas pemerintahan dan kesediaan semua pihak untuk menekan ego sektoral.
“Sekarang apa sih yang nggak bisa di dunia ini kecuali ketidakusahaan itu sendiri? Kalau kita mau, saya rasa bisa. Tapi provinsi dan pemerintah kota harus menekan ego masing-masing. Karena yang dirugikan kalau tidak bersatu itu rakyat,” ujar Afif kepada awak media, Rabu, 28 Mei 2025.
Afif menekankan bahwa ketahanan pangan adalah pondasi utama pembangunan daerah, bahkan lebih penting dibandingkan dengan sektor lain seperti pendidikan dan infrastruktur.
Menurutnya, ketersediaan pangan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus menjadi prioritas utama seluruh pemangku kebijakan.
“Pangan ini faktor utama dari segalanya. Kita harus sama-sama berjibaku menjaga ketersediaannya,” tegas politisi muda dari Fraksi Gerindra tersebut.
Meski mengakui bahwa lahan pertanian di Kaltim terbatas, Afif menyebut masih terdapat wilayah potensial di Kota Samarinda yang bisa dioptimalkan untuk mendukung program swasembada, seperti di kawasan wilayah L.
Namun demikian, menurutnya, tantangan yang lebih besar bukan hanya soal ketersediaan lahan, melainkan ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.
“Daging saja 60 persen kita masih impor dari luar. Ini yang seharusnya menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.
Afif menyerukan agar pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, mengambil langkah konkret untuk memperkuat sektor pertanian dan peternakan.
Ia mendorong kebijakan strategis jangka menengah dan panjang, termasuk dalam hal tata kelola distribusi, dukungan infrastruktur pertanian, dan alokasi anggaran yang memadai.

