SAMARINDA: Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)Kalimantan Timur (Kaltim) secara mengejutkan menyatakan tidak akan lagi mengusung pasangan petahana Rudy Mas’ud dan Seno Aji pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) mendatang.
Keputusan tersebut diambil seiring ambisi partai untuk mengusung kader internal sendiri di kontestasi level provinsi.
Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, mengungkapkan pihaknya telah mengantongi nama kader yang dinilai mumpuni, dengan rekam jejak panjang di birokrasi dan pengalaman di eksekutif.
“Pilgub ke depan PKB tidak akan dukung Rudi-Seno lagi karena kami sudah punya kader sendiri yang akan kami siapkan. Yang pasti kami sudah punya kader sendiri, yang sudah berpengalaman di eksekutif, yang sudah malang-melintang di eksekutif, sudah OTW dua periode,” ujarnya kepada awak media, Senin, 2 Maret 2026.
Meski belum bersedia mengungkap identitas kader tersebut, Syafruddin menegaskan PKB tetap akan bersikap objektif terhadap pemerintahan saat ini.
Ia menyebut partainya siap menjadi garda terdepan dalam mendukung kebijakan yang pro rakyat, namun juga tak segan bersikap kritis bila kebijakan dinilai merugikan masyarakat.
“Ketika ada kebijakan Rudi-Seno yang berpihak kepada masyarakat, kami akan mendukung bahkan kami akan menjadi Garda Terdepan. Tapi, ketika ada kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat, kami akan menyerang atau akan mengkritik habis, bahkan menolak kebijakan itu selama tidak berpihak kepada masyarakat,” tegasnya.
Syafruddin menilai eksistensi PKB di Kaltim menunjukkan tren positif dalam satu dekade terakhir.
Setelah sempat kehilangan kursi pada 2009, PKB bangkit dan kini berhasil menduduki salah satu kursi pimpinan di DPRD Provinsi Kalimantan Timur hasil Pemilu 2024.
Saat ini, PKB memiliki enam kursi di DPRD Provinsi Kaltim.
Namun untuk Pemilu 2029, partai menargetkan lonjakan signifikan menjadi 11 kursi sebagai syarat politik untuk mengusung calon gubernur sendiri tanpa bergantung pada koalisi besar.
“Bahwa kami target 2029 agak lebih fantastis, lebih besar lagi. Karena hari ini kami baru punya 6 kursi di DPR Provinsi Kalimantan Timur. 2029 kami targetkan 11 kursi. Karena kami mau mengusung sendiri untuk Pilgub yang akan datang,” jelasnya.
Tak hanya fokus di tingkat provinsi, PKB juga mulai memanaskan mesin politik di kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.
Persiapan kader terbaik untuk menghadapi Pilkada di berbagai daerah disebut telah dirancang sejak dini.
“Kami juga sudah menyiapkan kader-kader terbaik di Kabupaten Kota. Karena kami sudah 10 tahun dari masa transisi, maka kami sudah menyiapkan kader-kader terbaik untuk berkompetisi di Pilkada Kabupaten Kota se-Kalimantan Timur. Meskipun itu masih jauh tapi kami siapkan dari hari ini,” pungkasnya.
Langkah ini menandai babak baru dinamika politik di Kaltim, dengan PKB memposisikan diri sebagai kekuatan utama yang siap menantang dominasi petahana di Pilgub mendatang.

