BONTANG: Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mencatat tren penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Jumlah warga yang masuk kategori miskin dilaporkan mengalami penurunan drastis dari sekitar 47 ribu jiwa menjadi sekitar 17 ribu jiwa.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan secara berkelanjutan oleh pemerintah daerah bersama berbagai pihak.
“Dari sekitar 47 ribu jiwa pada 2022 hingga pertengahan 2025, sekarang turun menjadi sekitar 17 ribu,” jelasnya kepada Narasi.co saat ditemui di Gedung Auditorium 3D, Kamis, 5 Maret 2026.
Meski demikian, Agus Haris menilai angka tersebut masih perlu terus ditekan agar kesejahteraan masyarakat Bontang semakin meningkat.
Saat ini, persentase kemiskinan di Bontang berada di kisaran 9 hingga 10 persen. Angka tersebut sebenarnya masih berada dalam batas standar nasional.
Namun demikian, menurutnya kondisi Bontang sebagai kota kaya industri seharusnya memungkinkan tingkat kemiskinan yang lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional.
“Standar nasional sekitar 10 persen. Tapi untuk kota industri dan kota kaya seperti Bontang, idealnya berada di kisaran 5 sampai 7 persen,” ujarnya.
Ia menambahkan keberadaan industri besar di Bontang diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Selain itu, Pemkot Bontang juga terus memperkuat akurasi data kemiskinan agar program bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Untuk memastikan validitas data tersebut, pemerintah daerah melakukan pemutakhiran data secara berkala bersama Badan Pusat Statistik.
Pendataan dilakukan melalui sistem desil yang mengelompokkan tingkat kesejahteraan masyarakat dari desil 1 hingga desil 10.
Desil 1 merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok paling sejahtera.
Dengan basis data yang lebih akurat, pemerintah diharapkan dapat merancang kebijakan serta program bantuan sosial yang lebih efektif untuk menurunkan angka kemiskinan di Kota Bontang.
“Target kami jelas, angka kemiskinan harus terus ditekan. Kota Bontang sebagai kota industri harus mampu memastikan kesejahteraan masyarakatnya semakin meningkat,” tutup Agus Haris.

