SAMARINDA: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengoptimalkan kanal informasi digital guna mendorong transparansi serta pemanfaatan data publik yang lebih luas oleh masyarakat.
Melalui portal resmi yang disediakan pemerintah daerah, masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, kini dapat mengakses ribuan data sektoral yang dikelola oleh berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, menekankan pentingnya literasi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan sumber data resmi tanpa bergantung pada informasi yang belum terverifikasi.
“Kami sudah merintis portal data selama tiga tahun terakhir. Saat ini sudah tersedia lebih dari 10.000 set data dari seluruh OPD. Jika mahasiswa membutuhkan data untuk skripsi, cukup akses portal tersebut, tidak perlu mencari jawaban di tempat lain yang belum tentu akurat,” ujarnya, Jumat, 6 Maret 2026.
Ia menjelaskan data yang tersedia mencakup statistik sektoral yang dikelola oleh Kominfo sebagai wali data, serta data yang dipublikasikan melalui Forum Data Kaltim di Bappeda Provinsi Kalimantan Timur.
Selain itu, masyarakat yang membutuhkan informasi lebih spesifik terkait transparansi anggaran, laporan keuangan, hingga dokumen pengadaan barang dan jasa juga dapat mengakses portal Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Provinsi Kalimantan Timur (PPID) Utama Kaltim.
“Semua data, mulai dari RKA, DPA hingga SPJ tersedia di PPID. Tidak ada data yang dirahasiakan, kecuali yang bersifat private property. Jadi masyarakat bisa memantau langsung proses pembangunan melalui kanal resmi,” jelasnya.
Sebagai inovasi terbaru, Pemerintah Provinsi Kaltim juga meluncurkan aplikasi layanan terpadu bernama SAKTI Gemas.
Aplikasi tersebut dirancang sebagai super-app yang mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu platform digital.
Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi mulai dari kondisi cuaca hingga tingkat desa, informasi pariwisata, transportasi, hingga lowongan pekerjaan yang diperbarui secara berkala oleh dinas terkait.
“Kalau punya smartphone, silakan unduh aplikasi SAKTI di PlayStore atau AppStore. Walaupun baru sekitar 915 layanan OPD yang kita integrasikan, tapi ini sudah menjadi portal layanan Pemprov Kaltim dalam satu aplikasi,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Faisal juga memberikan klarifikasi terkait program bantuan pendidikan GratisPol.
Ia menyayangkan adanya persepsi negatif dari sebagian masyarakat terkait program tersebut.
Menurutnya, informasi mengenai program bantuan pendidikan tersebut terbuka secara nasional dan dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat melalui berbagai sumber resmi.
“Program bantuan tersebut tersedia dan informasinya terbuka lebar. Jika ada kendala biasanya berkaitan dengan pemenuhan syarat administratif, seperti domisili KTP atau masa tinggal,” ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi sehingga tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum tentu benar.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaksimalkan pemanfaatan kanal digital yang telah disediakan sebagai langkah cerdas dalam berpartisipasi sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan daerah.

