SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai melakukan percepatan penanganan pasca kebakaran di Pasar Segiri.
Langkah ini dilakukan menindaklanjuti instruksi Andi Harun yang menginginkan area tersebut segera dibersihkan agar aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan normal.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Samarinda, Suwarso menyatakan pembersihan lahan telah dimulai dengan melibatkan sejumlah instansi terkait.
Instansi yang terlibat antara lain Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perdagangan (Disdag), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda.
“Rapat hari ini menindaklanjuti arahan Pak Wali yang kemarin meninjau ke lapangan. Intinya segera dilakukan penanganan agar pedagang bisa segera berjualan kembali dengan kondisi yang menyesuaikan,” ujarnya usai rapat koordinasi lintas sektor di Ruang Rapat Bapenda Samarinda, Jumat, 27 Maret 2026.
Dalam proses pembersihan material sisa kebakaran, BPBD mengerahkan dua unit ekskavator, enam operator, serta 20 personel yang bekerja secara maraton di lokasi.
Selain itu, armada tambahan juga dikerahkan untuk mempercepat pengangkutan puing, yakni lima unit dump truck dari DLH serta tiga unit tambahan dari Dinas PUPR.
“Pembersihan material sisa kebakaran kami upayakan selesai sore ini atau maksimal dalam dua hari. Malam harinya, teman-teman Damkar akan melakukan penyemprotan area lahan yang sudah bersih,” jelasnya.
Berdasarkan hasil kaji cepat tim BPBD Samarinda, total kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp12,5 miliar.
Nilai tersebut mencakup kerusakan bangunan, barang dagangan, hingga beberapa unit kendaraan yang terdampak di lokasi kejadian.
Suwarso menambahkan proses penanganan ini juga melibatkan Inspektorat Kota Samarinda serta Kejaksaan Negeri Samarinda untuk memberikan pendampingan dari sisi regulasi.
Langkah tersebut dilakukan agar percepatan pembangunan kembali pasar tetap berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Tadi dari Kejari memberikan pandangan berkaitan dengan percepatan penanganan supaya tidak melanggar regulasi. Untuk status selanjutnya, kami akan memberikan advis kepada Pak Wali Kota,” katanya.
Terkait rencana pembangunan kembali pasar, pemerintah kota akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan dengan tetap mengutamakan pemulihan ekonomi para pedagang terdampak.
Untuk saat ini, prioritas utama tim di lapangan adalah melakukan pembersihan total agar lokasi siap untuk langkah teknis selanjutnya.

