SAMARINDA: Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, menyoroti kondisi ekonomi masyarakat pasca Lebaran yang dinilai mengalami perlambatan.
Ia mendorong pemerintah untuk memperkuat program padat karya sebagai langkah menjaga perputaran ekonomi kerakyatan.
Ananda menyebut kondisi ekonomi saat ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pembahasan Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Menurutnya, belum tercapainya kesepakatan dalam pembahasan RKPD merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam membaca situasi ekonomi terkini.
“Kita juga sedang melihat dan menganalisis kondisi ekonomi hari ini seperti apa, dampaknya dari berbagai faktor, baik dari luar maupun dalam,” ujarnya, Sabtu, 28/3/2027.
Ia menilai, di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah harus mampu memaksimalkan anggaran agar tetap memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam menggerakkan ekonomi lokal.
“Dengan ruang fiskal yang ada, kita harus bisa memaksimalkan anggaran untuk pergerakan ekonomi kerakyatan,” katanya.
Salah satu langkah yang didorong adalah penguatan program padat karya yang dinilai mampu langsung menyentuh masyarakat sekaligus meningkatkan daya beli.
“Program padat karya ini yang sedang kita bahas. Itu penting untuk membantu masyarakat dan menggerakkan ekonomi di tingkat lokal,” jelasnya.
Selain itu, Ananda menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam merespons kondisi ekonomi, termasuk terhadap pelaku UMKM yang mulai merasakan penurunan aktivitas.
“Pemerintah harus hadir, harus peka terhadap kondisi ini. Supaya perputaran ekonomi masyarakat bisa lebih maksimal dan terbantu,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan ekonomi kerakyatan juga akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di masyarakat.
“Kalau ekonomi bergerak, tentu PAD juga akan ikut meningkat. Semuanya saling terhubung,” pungkasnya.

