SAMARINDA: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda, Ibnu Araby, menegaskan pentingnya penguatan kompetensi dan kesabaran bagi tenaga pendidik anak usia dini.
Menurutnya, mendidik siswa PAUD dan TK membutuhkan kualifikasi khusus yang tidak hanya sebatas kemampuan mengajar, tetapi juga empati serta kepedulian tinggi.
Hal itu disampaikan Ibnu usai membuka kegiatan Workshop Guru yang diikuti sekitar 750 guru dan kepala sekolah PAUD/TK se-Kota Samarinda, Senin, 27 April 2026, di Bandiklat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
“Saya bangga dengan antusiasme para guru. Di tengah kondisi efisiensi saat ini, sinergi dengan pihak ketiga seperti penerbit Erlangga sangat membantu kesinambungan pendidikan kita. Guru-guru PAUD/TK adalah sosok terlatih yang harus memiliki kelapangan hati menghadapi perilaku anak-anak balita yang kompleks,” ujarnya.
Kegiatan tersebut terselenggara melalui kolaborasi dengan sektor swasta sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Ibnu juga memberikan apresiasi khusus kepada guru laki-laki yang berkiprah di dunia pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, kehadiran mereka mencerminkan dedikasi tinggi karena profesi tersebut menuntut kekuatan emosional dalam menghadapi dinamika perilaku anak-anak.
Sebagai langkah strategis selanjutnya, Ibnu yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Samarinda tengah menyiapkan seminar besar menjelang Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei mendatang.
“Kami berencana mengundang seluruh elemen perempuan, mulai dari PKK, Dharma Wanita, hingga guru dan kepala sekolah perempuan dari jenjang TK sampai SD untuk hadir di Bapperida,” jelasnya.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut akan dijalankan dengan prinsip efisiensi anggaran secara ketat.
“Ini adalah kegiatan non-budget. Bagaimana caranya acara tetap berjalan lancar dan berkualitas tanpa memberatkan anggaran. Kita maksimalkan yang ada, yang penting tujuannya tercapai,” tegasnya.
Terkait arah kebijakan pendidikan di Samarinda, Ibnu menekankan fokus utamanya saat ini adalah pendalaman metode mengajar.
Ia menilai, tantangan menghadapi karakter anak yang beragam menuntut pendekatan pembelajaran yang terus diperbarui.
“Harapan kita, melalui pelatihan dan seminar nanti, para guru menjadi sangat terlatih menghadapi dinamika di sekolah. Pendalaman cara mengajar itu krusial karena menghadapi anak-anak itu kompleks; beda anak, beda pula cara menanganinya,” tutupnya.

