SAMARINDA: Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda terus memperkuat berbagai program keluarga berkualitas sebagai langkah strategis menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kepala DPPKB Kota Samarinda, Deasy Evriyani, mengatakan sejumlah program prioritas saat ini terus dijalankan secara berkelanjutan, mulai dari Kampung Keluarga Berkualitas, pelayanan keluarga berencana (KB), hingga pelaksanaan berbagai inovasi baru dan program quick wins dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (KemendukBangga).
Program tersebut meliputi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, Taman Asuh Sayang Anak, Lansia Berdaya, serta Gerakan Ayah Teladan Indonesia.
“DPRD mengingatkan agar program ini tidak hanya formalitas, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya usai hearing bersama Komisi IV DPRD Samarinda, Selasa, 28 April 2026.
Deasy menjelaskan, transformasi program Kampung Keluarga Berencana menjadi Kampung Keluarga Berkualitas sejak 2022 menuntut perubahan pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada pengendalian kelahiran, tetapi juga peningkatan kualitas hidup keluarga secara menyeluruh.
“Semua ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan indeks pembangunan manusia yang tinggi dan angka harapan hidup yang meningkat,” jelasnya.
Menurutnya, pengendalian jumlah penduduk yang terencana menjadi faktor penting dalam membangun keluarga sehat, produktif, dan sejahtera.
Tanpa perencanaan keluarga yang baik, berbagai persoalan sosial dapat muncul, mulai dari stunting hingga kekerasan dalam rumah tangga.
“Kalau jumlah anak banyak tapi tidak diimbangi kemampuan finansial, itu bisa berisiko stunting, KDRT, hingga anak putus sekolah,” tegas Deasy.
Saat ini, DPPKB Samarinda mengandalkan jaringan pengurus kampung keluarga berkualitas yang tersebar di 59 kelurahan sebagai ujung tombak pemberdayaan masyarakat.
Melalui pengurus kampung tersebut, pemerintah berupaya memperkuat edukasi keluarga, pencegahan stunting, peningkatan kesehatan reproduksi, hingga penguatan produktivitas ekonomi keluarga.
“Kami terus mendorong peran pengurus kampung sebagai penggerak di masyarakat untuk pencegahan stunting dan peningkatan kualitas hidup,” tambahnya.
Deasy menegaskan, pihaknya berkomitmen penuh mendukung agenda nasional dalam percepatan penurunan stunting melalui intervensi yang terintegrasi di tingkat lokal.
“Kami akan terus mendukung gerakan pencegahan stunting agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

