SAMARINDA: Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga Oktober 2026.
Langkah antisipasi ini diperlukan guna meminimalisir dampak penurunan debit air maupun potensi intrusi air asin yang dapat mengganggu distribusi air bersih ke pelanggan di wilayah Samarinda.
Direktur Teknis Perumdam Tirta Kencana, Kaharuddin mengungkapkan bahwa berdasarkan prediksi BMKG, gejala El Nino akan memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan air baku di Kalimantan Timur.
“Himbauan kita kepada masyarakat agar senantiasa membuat penampungan yang lebih besar. Jadi ketika ada gangguan atau pengaliran berhenti, masyarakat tetap memiliki cadangan air,” ujarnya usai menerima kunjungan lapangan tim LKPJ DPRD Kota Samarinda, Selasa, 28 April 2026.
Ia menjelaskan, saat terjadi kemarau panjang, sistem produksi seringkali mengalami pengurangan debit.
Kondisi yang paling dikhawatirkan adalah intrusi air asin ke sumber air baku, yang memaksa operasional produksi dihentikan sementara demi menjaga kualitas air.
Selain itu, Kaharuddin juga memaparkan kondisi internal perusahaan yang kini tengah menghadapi lonjakan harga bahan kimia pembersih air serta bahan bakar industri.
Meski harga operasional meningkat tajam, ia memastikan pelayanan tetap menjadi prioritas utama melalui strategi efisiensi anggaran.
“Mau tidak mau kita harus efisiensi dan menyusun belanja prioritas. Karena bahan kimia itu kebutuhan utama dalam pelayanan air bersih yang tidak bisa ditunda, maka mungkin ada kegiatan lain yang dananya harus kita alihkan (refocusing) demi menjamin pelayanan kebutuhan dasar masyarakat tidak terhenti,” tegasnya.
Terkait kemungkinan kenaikan tarif air akibat naiknya harga bahan baku, Kaharuddin menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada rencana penyesuaian tarif baru.
Ia menegaskan bahwa kenaikan tarif sebesar 9 persen yang terjadi secara bertahap tahun ini merupakan kebijakan lama yang sudah disosialisasikan sejak awal tahun 2025.
“Kalau dari sisi kenaikan harga karena bahan kimia, untuk saat ini belum ada. Harga air itu sudah terpisah dan sudah kami sosialisasikan di awal tahun. Kenaikan bahan kimia ini kan baru terasa dampaknya sekitar 2-3 minggu terakhir,” jelasnya.
Di sisi lain, dalam pertemuan tersebut juga dilaporkan capaian positif terkait kontribusi perusahaan terhadap daerah.
Di mana, Perumdam Tirta Kencana mencatatkan setoran PAD tahun buku 2024 yang dibayarkan pada 2025 mencapai lebih dari Rp17 miliar, angka tersebut dilaporkan telah melampaui target yang ditetapkan.

