
BONTANG: DPRD Kota Bontang menilai sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), terutama dari sektor pelayanan publik yang saat ini terus berkembang.
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang Rustam mengatakan, peningkatan kinerja BUMD perlu dibarengi dengan pembenahan layanan dan pengelolaan usaha agar manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat sekaligus berdampak terhadap pendapatan daerah.
Menurutnya, hingga kini sektor penyediaan air bersih belum memberikan dividen yang signifikan bagi daerah. Meski begitu, ia berharap penyesuaian tarif dan regulasi yang tengah dilakukan dapat membantu memperbaiki kondisi perusahaan ke depan.
“Yang utama tetap pelayanan kepada masyarakat. Soal PAD itu mengikuti, bukan sebaliknya,” ujarnya, Senin, 25 Mei 2026.
Selain sektor air bersih, Rustam juga menyoroti peluang dari pengembangan jaringan gas rumah tangga yang saat ini telah menjangkau lebih dari 10 ribu sambungan di Kota Bontang.
Namun demikian, ia mengingatkan perusahaan daerah dalam sektor tersebut masih berperan sebagai operator sehingga ruang pengelolaan dan pengembangan usaha tetap dipengaruhi pihak lain.
“Ke depan kita lihat bagaimana peran operator ini bisa dimaksimalkan,” katanya.
Perhatian DPRD juga diarahkan pada pengelolaan pelabuhan melalui badan usaha terkait. Menurut Rustam, sektor tersebut memiliki potensi pendapatan yang cukup besar apabila dikelola secara profesional dan didukung manajemen yang baik.
Ia menilai hasil pendapatan dari operasional BUMD seharusnya dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung peningkatan fasilitas dan kualitas layanan di lapangan tanpa selalu bergantung pada anggaran pemerintah daerah.
“Kalau dikelola baik, hasilnya bisa kembali untuk perbaikan layanan di lapangan,” pungkasnya. (Adv)

