

SAMARINDA: Ketua Komisi I DPRD Samarinda Samri Shaputra mengatakan secara umum kualitas pelayanan publik di Kota Tepian terus mengalami perbaikan terutama dengan adanya sistem digitalisasi.
Hal itu terlihat dari meningkatnya kemudahan masyarakat dalam mengurus berbagai dokumen administrasi.
“Kita tentu memberikan apresiasi. Kalaupun masih ada keluhan masyarakat, saya kira itu hanya oknum. Secara umum pelayanan di Samarinda sudah baik,” ujarnya, di Samarinda, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Legislator PKS itu mengaku menerima banyak masukan positif dari masyarakat, terutama terkait pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Menurutnya, proses pengurusan dokumen seperti KTP dan Kartu Keluarga kini jauh lebih mudah dibandingkan sebelumnya.
“Bahkan sekarang mengurus KTP dan kartu keluarga sudah tidak terlalu ribet. Ada juga layanan jemput bola sampai dokumen diantarkan ke rumah,” katanya.
Meski mendukung digitalisasi pelayanan, Samri menilai pemerintah tetap harus menyediakan layanan tatap muka bagi masyarakat yang belum memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi digital, seperti warga lanjut usia maupun masyarakat yang tidak memiliki perangkat pendukung.
Menurutnya, sistem pelayanan yang berjalan saat ini sudah mengakomodasi kedua kebutuhan tersebut, yakni layanan berbasis digital dan pelayanan manual di kantor pemerintahan.
“Pelayanan dibuka dua ruang. Masyarakat yang belum mengerti teknologi tetap bisa mendapatkan pelayanan secara manual,” jelasnya.
Ia menambahkan, digitalisasi pelayanan sejatinya bertujuan memberikan kemudahan kepada masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang langsung ke kantor pelayanan.
Selain itu, sistem daring juga dinilai mampu meminimalkan praktik percaloan yang selama ini kerap muncul akibat proses administrasi yang berbelit.
“Dulu karena harus bolak-balik mengurus administrasi, banyak yang akhirnya menggunakan calo. Akibatnya masyarakat menganggap pemerintah yang memungut biaya mahal, padahal itu dilakukan pihak ketiga,” pungkasnya.

