SAMARINDA: Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik mengaku kagum dan memuji masyarakat Benua Etam yang disebut humble (rendah hati).
Bukan tanpa sebab, Akmal menceritakan dirinya bertemu para pimpinan DPRD Kaltim dalam pertemuan nonformal di bilangan Jalan Siraj Salman Samarinda pada Senin malam (9/10/23).
Di sana lah, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu merasakan kehangatan dan kedekatan interaksi tanpa jarak.
“Semalam saya di warungnya Pak Ramadhan, mantan Sekwan. Orang-orangnya humble (rendah hati) semua. Ketua DPRD-nya, wakil ketua DPRD-nya. Bahkan (mantan) wakil gubernurnya gebuk drum tadi malam. Tidak ada batas, semua sama,” kata Akmal.
Hal itu ia ungkapkan ketika menerima audensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Budi Widihartanto di Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Komplek Pendopo Odah Etam, Selasa (10/10/2023).
“Selama ini, saya kira orang Minang saja yang egaliter, ternyata orang Kaltim lebih egaliter (sepadan/sejajar) lagi. Makanya, serasa pulang kampung saya di sini,” ungkapnya.
Selain merasa seperti pulang kampung karena orang-orangnya yang egaliter, ia juga mengungkapkan dirinya tidur sangat nyenyak saat kembali ke rumah jabatan untuk beristirahat sekitar pukul 23.00 Wita.
“Belum pernah saya tidur senyenyak ini. Saya merasa nyaman betul tadi malam itu,” ungkapnya.
Akmal pun membandingkan ketika dirinya bertugas di Jakarta sebagai Dirjen Otonomi Daerah di Kementerian Dalam Negeri yang terkadang masih ada pasal-pasal yang belum selesai karena banyak undang-undang.
“Karena capek, pulang ke rumah langsung tertidur. Jam 3 terbangun, langsung mikir lagi. Kayaknya harus lama-lama lagi di Kaltim ini,” candanya.
Meski demikian, Akmal menegaskan sebagai seorang aparatur sipil negara dirinya siap menunaikan amanah dimanapun dirinya tugaskan. (*)

