Close Menu
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Copyright PT Media Narasi Indonesia
anggota Jaringan Media Siber Indonesia

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Contact
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Narasi.coNarasi.co
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Narasi.coNarasi.co
You are at:Home » Angka Stunting Turun Tipis di Kaltim, Pemprov Genjot Intervensi Gizi Anak
Diskominfo Kaltim

Angka Stunting Turun Tipis di Kaltim, Pemprov Genjot Intervensi Gizi Anak
Telah dibaca : 812 Kali.

Ira Nur AjijahBy Ira Nur Ajijah17 Mei 2025Updated:11 Juli 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Telegram Email WhatsApp Threads Copy Link
Teks: Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, usai menghadiri Musyawarah Daerah IV Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) di Kantor Perwakilan BKKBN Kaltim, Samarinda, Jumat (16 Mei 2025).
Share
Facebook Twitter WhatsApp Email Telegram Copy Link

SAMARINDA: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus mengintensifkan langkah konkret dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

Data terbaru menunjukkan prevalensi stunting di Kaltim mengalami penurunan dari 22,09 persen menjadi 22,02 persen.

Meski mencerminkan progres, angka tersebut masih jauh dari standar ideal WHO sebesar 14 persen.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk secara serius menurunkan angka stunting dalam lima tahun ke depan.

Salah satu strategi prioritas saat ini adalah pemberian makanan tambahan bergizi dan suplemen vitamin, khususnya bagi anak-anak di bawah usia dua tahun.

“Saya yakin tahun depan akan ada penurunan yang lebih signifikan,” kata Seno Aji saat menghadiri Musyawarah Daerah IV Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) di Kantor Perwakilan BKKBN Kaltim, Samarinda, Jumat, 16 Mei 2025.

Ia menekankan bahwa penanganan stunting harus melibatkan kerja sama lintas sektor.

Tidak hanya Dinas Kesehatan dan BKKBN, tetapi juga DP3A serta instansi lain yang menangani pelayanan dasar masyarakat.

“Intervensi stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Harus melibatkan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun lembaga non-pemerintah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, dr Nurizky, mengungkapkan bahwa tantangan utama di lapangan adalah kondisi geografis Kaltim yang luas dan kompleks, terutama wilayah pedalaman dan desa tertinggal yang minim akses terhadap layanan dasar kesehatan.

Menurutnya, intervensi sensitif seperti penyediaan air bersih, sanitasi, serta edukasi pola asuh anak justru memiliki kontribusi lebih besar terhadap penurunan stunting dibandingkan intervensi spesifik seperti suplemen gizi.

“Intervensi sensitif berkontribusi hingga 70 persen terhadap penurunan stunting. Sedangkan intervensi spesifik hanya sekitar 30 persen,” jelas Nurizky.

Ia mengidentifikasi empat faktor utama penyebab stunting: pola pengasuhan yang tidak tepat, keterbatasan layanan kesehatan, kekurangan gizi, serta sanitasi dan air bersih yang tidak memadai.

Karena itu, intervensi harus dirancang menyentuh akar persoalan dan berbasis data yang akurat.

“Kalau anak-anak tidak mendapat pendampingan di 1.000 hari pertama kehidupan, dampaknya akan permanen,” tegasnya.

Guna mendukung intervensi tepat sasaran, BKKBN telah memperkuat sistem Pendataan Keluarga berbasis by name by address yang diperbarui setiap tahun.

Saat ini, lebih dari 5.100 tim pendamping keluarga terdiri dari bidan, kader PKK, dan tokoh masyarakat telah disebar ke seluruh wilayah Kaltim.

“Meski belum maksimal di seluruh wilayah karena kendala infrastruktur, kami terus berupaya memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas pendampingan,” ujar Nurizky.

Ia menegaskan bahwa komitmen lintas sektor dan dukungan anggaran yang memadai menjadi kunci keberhasilan dalam menurunkan angka stunting.

“Menurunkan stunting bukan sekadar program, tapi investasi jangka panjang untuk masa depan daerah,” pungkasnya. (Adv/Diskominfokaltim)

Editor : Emmi

dr Nurizky Seno Aji Stunting
Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Threads Copy Link
Previous ArticleGala Dinner HUT ke-53 REI: Karpet Merah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Telah dibaca : 797 Kali.
Next Article Pemprov Kaltim Siapkan Stimulus Khusus untuk Daerah Minim Penduduk
Telah dibaca : 850 Kali.
Ira Nur Ajijah

Related Posts

Pemprov Kaltim Perluas Sosialisasi Gratispol ke Kampus, Siapkan Call Center 24 Jam
Telah dibaca : 667 Kali.

31 Maret 2026

Jalan Marangkayu-Bontang Rampung, Pemprov Kaltim Siapkan Penerangan
Telah dibaca : 676 Kali.

22 Maret 2026

Pemprov Kaltim Siapkan Skema Baru Pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda
Telah dibaca : 682 Kali.

21 Maret 2026

Comments are closed.

@narasi.co
BERITA TERBARU

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 622 Kali.

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.

Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 638 Kali.

Rudy Mas’ud Respons Aksi 214 Lewat Instagram, Tak Temui Massa Saat Demo Berlangsung
Telah dibaca : 653 Kali.

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Pinterest
Don't Miss
Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 622 Kali.
Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.
DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.
Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 638 Kali.
Demo
Top Posts

Pengaruh Media Massa Terhadap Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.217 Kali.

8 Maret 20233,832 Views

Pemprov Kaltim Siap Masukkan Mahasiswa UT Samarinda dalam Skema Bantuan Pendidikan Gratispol
Telah dibaca : 5.710 Kali.

2 Juli 20253,462 Views

Peran Pendidikan dalam Mewujudkan Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.886 Kali.

8 Maret 20233,361 Views

Tertarik Berinvestasi di Kaltim, Pengusaha Tiongkok Butuh Lahan 1.000 Hektare
Telah dibaca : 988 Kali.

20 Juni 20243,316 Views
Don't Miss
Ekonomi 22 April 2026

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 622 Kali.

SAMARINDA: Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Samarinda Tahun Anggaran 2025 mulai…

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.

Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 638 Kali.

Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
© 2026 Narasi.co | PT. Media Narasi Indonesia - Anggota Jaringan Media Siber Indonesia.
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.