SAMARINDA: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan untuk memperluas akses belajar di berbagai wilayah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengatakan pembangunan sarana pendidikan menjadi prioritas, terutama untuk menjangkau daerah dengan keterbatasan akses.
“Penyelesaian infrastruktur ini kami dorong tepat waktu agar ke depan perhatian bisa sepenuhnya pada mutu pendidikan,” ujarnya, Minggu, 19 April 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan seluruh pembangunan fasilitas fisik pendidikan rampung sebelum 2028.
Bahkan, pembangunan sekolah baru beserta fasilitas pendukung seperti asrama siswa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) ditargetkan tuntas pada 2027.
Percepatan ini dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah pusat, termasuk keterlibatan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah menurunkan tim untuk verifikasi lapangan terhadap usulan pembangunan 2026.
Peninjauan dilakukan di sejumlah lokasi, di antaranya SMA Negeri 4 Tenggarong dan SMA Negeri 3 Muara Kaman, guna memastikan kesiapan lahan dan kelayakan pembangunan.
Selain itu, proses validasi juga melibatkan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan untuk memastikan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.
Tidak hanya di Kutai Kartanegara, percepatan juga difokuskan di wilayah perkotaan seperti Balikpapan yang masih menghadapi keterbatasan daya tampung sekolah negeri.
Saat ini, tingkat serapan siswa baru di kota tersebut baru mencapai sekitar 48 persen.
Sejumlah proyek prioritas tengah didorong, mulai dari penyelesaian gedung SMKN 7 Balikpapan, pembangunan SMAN 10 dan SMKN 8, hingga penambahan ruang kelas di SMAN 7 dan SMKN 5.
Penguatan akses pendidikan juga diperluas ke daerah lain seperti Penajam Paser Utara, Paser, Berau, serta pembangunan SMAN 2 Sangatta Selatan di Kutai Timur.
Armin berharap percepatan pembangunan yang disertai verifikasi ketat ini mampu menghadirkan layanan pendidikan yang lebih merata di Kaltim.

